Bersama jajaran Manajemen dan Karyawan yang dibawahinya.

Liburan bersama keluarga

Bersama istri tercinta "Laniati Dewi".

Hidup hanya sekali...Hiduplah dengan Luar Biasa !!

Bersama manajer pelumas "Sutoyo Wijaya" salah satu divisi yang dibawahinya

Rabu, 12 Maret 2014

Klakson Mercedes


Dulu saya punya atasan beberapa tingkat diatas saya namanya pak Muhammad Noor As, orangnya antik, perokok berat, pendiam jarang bicara namun beliau sangat pandai, pengetahuannya sangat luas. Kalau pas ada waktu senggang di kantor, saya senang berkonsultasi dengan beliau. Beliau selalu menduduki ranking satu di kantor Pertamina Cilacap setiap kali mengikuti kursus atau pelatihan. Tapi saya sempat heran kenapa karir beliau tidak terlalu cepat naik. 

Saya pun mencoba mengikuti jejaknya, setiap kali mengikuti kursus atau pendidikan, maka saya pun mewajibkan diri untuk selalu menjadi rangking satu. Ternyata hasilnya sama saja, tidak berpengaruh terhadap karir saya alias tidak naik-naik. Saya, hanya dibutuhkan pada saat ada lomba cerdas cermat antar bagian, benar-benar tidak sesuai harapan saya. 

Setelah menjadi seorang pengusaha, pemimpin bagi banyak orang, saya baru mengerti kenapa karir saya dulu tidak meroket. Pandai tanpa prestasi tidak akan menarik perhatian manajeman tingkat atas. Seperti saya sendiri mengalami kesulitan mengetahui mana saja karyawan-karyawan saya yang baik karena jauhnya level antara saya dengan mereka, kalau mereka belum berprestasi.

Saya terinspirasi dengan cara Houtman Z. Arifin seorang office boy yang sukses mencapai pimpinan tertinggi Vice president City Bank di Indonesia hanya berbekal ijasah SMA. Ketika Houtman muda mengalami hambatan dengan karirnya, dia berani meminta saran kepada orang tertinggi nomor dua di City Bank Indonesia bapak Alex Frans, yang dianggapnya sebagai senior berpengalaman, orang yang tepat memberikan pencerahan.

“ Selama ini saya bekerja dengan keras dan baik, tetapi tidak ada peluang buat saya, Pak,” kata Houtman dengan nekad. 

“ Kamu ini ngejawani. Falsafah Jawa yang kamu pakai selama bekerja itu salah. Seperti padi, yang semakin berisi semakin merunduk,” kata pak Alex.

“ Falsafah jawa itu hanya tepat untuk urusan agama dan sosial, tidak dalam dunia kerja. Di dunia kerja, kamu mesti menggunakan ilmu klakson untuk memperlihatkan dirimu. Klakson itu harus punya Mercedes yang suaranya khas, bukan klakson Bajaj. Siapa yang tahu kamu berkualitas jika tidak bertemu denganku ? Kalau kamu tidak memperkenalkan diri, yang tahu siapa diri kamu kan hanya atasan langsungmu. Mulai sekarang, coba cari perhatian orang banyak dengan klakson itu, “ katanya.

Mari kita renungkan ucapan pak Alex. Mercedes dan Bajaj sama-sama punya klakson, apa bedanya ? Jika klakson Bajaj dibunyikan, orang akan menoleh sebentar lalu tak menghiraukan. Sementara itu, jika klakson Mercedes yang berbunyi, orang menoleh lantas memperhatikan. Itu artinya, orang lain harus tahu siapa diri kita dengan segenap prestasi kita, bukan sekedar populer. Perhatian yang kita inginkan dari orang banyak adalah berupa prestasi.


Mulailah mencari peluang-peluang yang memungkinkan kita untuk mengembangkan diri sehingga bisa menuai prestasi. Jangan hanya berminat dengan pekerjaan rutin yang tidak mempunyai masa depan dan tidak menambah wawasan apa-apa. Mintalah saran atau nasihat pada orang yang tepat agar karir Anda tidak berhenti di tempat. Karena sesungguhnya, saya mewakili perusahaan dimana pun, juga sedang menunggu siapakah orang-orang yang akan membunyikan klakson Mercedes mereka. Orang-orang yang akan diperhatikan oleh perusahaan karena mereka sangat dibutuhkan untuk mengembangkan perusahaan dimana mereka bekerja. Semoga orang itu adalah Anda !

Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.


Selasa, 11 Maret 2014

Saat-Saat Yang Menentukan

Saat-saat yang menentukan hidup saya, sudah menetapkan siapakah saya.  Ambil satu saja dari saat-saat itu, baik atau buruk, maka saya tidak akan menjadi orang yang sama lagi. Ketika saya menoleh ke belakang, ke banyak saat yang menentukan hidup saya dan merenungkan saat-saat itu, saya bisa melihat bahwa semua itu masuk dalam beberapa episode :

Mengawali sesuatu yang baru. Ada saat yang menentukan dalam hidup saya untuk memulai sesuatu yang baru. Lebih dari dua puluh tahun yang lalu ketika saya memutuskan untuk mempunyai usaha sampingan selain bekerja di Pertamina. Awalnya saya tidak yakin bagaimana hal itu dapat dilakukan. Setelah saya menetapkan tujuan-tujuan baru, kemudian melakukannya, sedikit demi sedikit diri saya berubah, situasi juga berubah dan semuanya berubah menjelma menjadi kehidupan yang baru.

Sekarang setelah lebih dari dua dasawarsa kemudian, saya menganggap saat itu adalah saat salah satu keputusan paling penting yang saya buat dalam hidup saya. Saat itu, hal ini tampak seperti menambah banyak pekerjaan, melelahkan karena saya harus menginvestasikan waktu tambahan. Namun, pelajaran-pelajaran yang saya peroleh, memungkinkan saya melakukan banyak hal dengan mudah kemudian. Tanpa keputusan itu, seluruh hidup saya pasti akan berbeda.

Mengambil keputusan yang sulit. Saat ini adalah saat yang paling krusial dalam hidup saya. Sejak enam tahun sebelumnya, saya dalam proses kebimbangan dan keraguan yang luar biasa. Di satu sisi ingin segera pensiun dan menjadi seorang pengusaha, sisi yang lain mulai timbul ketakutan kalau tidak berhasil. Setelah pulang dari Pakistan, baru saya memperoleh momentum akibat kekecewaan seperti yang pernah saya ceritakan di artikel Esok Tak Kunjung Tiba. Keinginan saya begitu kuat saat itu, tak seorang pun dapat menghalangi keputusan saya berhenti bekerja. Tanpanya, saya tidak akan seperti sekarang.

Menemukan visi. Satu lagi saat yang menentukan adalah saat saya mempunyai niat membangun bengkel otomotif dengan konsep yang lain dari bengkel lain. Tidak tanggung-tanggung, saya ingin membuka tujuh belas cabang. Beberapa tahun pertama, khas layaknya sebuah organisasi baru, banyak pelajaran yang dapat dipetik, kesalahan demi kesalahan yang membuat kami semakin dewasa. Baru tahun ke tujuh, saya sajikan visi di depan seluruh karyawan pada acara gathering di Baturaden. 

Naik ke tempat lebih tinggi. Pada akhir Mei 2013, saya ikut workshopnya Tom MC Ifle selama dua hari di Novotel Gajah Mada, Jakarta yang berjudul “ How to create system that runs without you “. Saat itu  saya diajari membuat blueprint bisnis yang ingin saya miliki sepuluh tahun ke depan maka lahirlah keinginan untuk membuat perusahaan saya menjadi perusahaan world class company. Saat yang menentukan adalah saat saya menorehkan keinginan di atas kertas, yang akhirnya keinginan ini mendominasi hari-hari saya untuk segera mengambil tindakan.

Sekarang bagaimana kalau Anda juga melihat saat-saat menentukan di dalam kehidupan Anda, coba luangkan waktu untuk menelusuri kehidupan masa lalu Anda. Sementara ini Anda menghadapinya setiap hari, cobalah siaga terhadap jenis-jenis saat-saat yang menentukan seperti pengalaman saya :

Mengawali sesuatu yang baru – peluang untuk melakukan sesuatu yang baru.
Mengambil keputusan sulit – peluang untuk mengevaluasi kembali prioritas Anda.
Menemukan visi – peluang untuk visi yang jelas.
Naik ke tempat lebih tinggi – peluang untuk Anda naik ketingkat yang lebih tinggi.


Saya pikir ada godaan untuk percaya bahwa semua saat yang menentukan biasanya terjadi lebih dini dan datang secara dramatis dalam kehidupan kita. Itu tidak benar. Anda tidak memerlukan banyak terobosan-terobosan besar untuk mencapai hasil yang dramatis. Saya yakin, jika Anda mau terus bertumbuh, terus mencari peluang dan terus mengambil resiko, Anda akan mengalami saat-saat yang menentukan dalam hidup Anda.

Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.


Senin, 10 Maret 2014

Paling Sulit Memimpin Diri Sendiri

Jika kita jujur pada diri sendiri, kita akan mengakui bahwa orang yang paling sulit dipimpin adalah diri kita sendiri. Sesungguhnya orang tidak perlu khawatir atau cemas mengenai persaingan. Orang lain bukanlah alasan sebenarnya kekalahan mereka. Jika kita tidak bisa menang, adalah karena kita mendiskualifikasi diri kita sendiri. Mengapa demikian ?

Kita tidak melihat diri kita seperti kita melihat orang lain. Kodrat manusia tampaknya memberi kita kemampuan untuk menakar semua orang di dunia kecuali diri kita sendiri. Itulah sebabnya saya selalu menggunakan prinsip cermin, yang menasihatkan, “ Orang pertama yang harus kita periksa adalah diri kita sendiri.” Jika saya tidak dapat melihat secara realita siapa diri saya, apa kelemahan dan kekuatan saya, maka saya tidak akan mampu memimpin diri sendiri secara efektif.

Kita lebih keras terhadap orang lain ketimbang pada diri sendiri. Kita cenderung menilai orang lain menurut “perbuatan” mereka. Ini sangat lumrah. Namun, kita menilai diri sendiri menurut “niat” kita. Walaupun kita melakukan kesalahan, sering kita membiarkan diri kita lolos diri kesukaran. Kita sering terlalu lemah dengan membiarkan hal itu berlangsung berulang kali sebelum mengharuskan diri kita berubah. Karena mengetahui sulitnya menangani hal ini, saya berupaya memimpin diri sendiri lebih baik dengan cara seperti :

Belajar menjadi pengikut. Saya beruntung memiliki pengalaman sebagai karyawan dua puluh tahun sebelum menjadi seorang pemimpin. Sebelum menjadi seorang pengurus dalam olah raga cabang catur, saya pernah menjadi atlit selama puluhan tahun. Pengertian akan dunia tempat orang yang kita urus menjadi salah satu syarat dasar mengelola dengan baik. Menjalin hubungan baik dengan mereka juga menjadi sangat mungkin karena saya pernah menjalani posisi mereka. Belajarlah untuk menjadi pengikut yang baik, maka Anda akan menjadi pemimpin yang lebih rendah hati dan efektif.

Kembangkan disiplin diri. Tanpa disiplin yang kuat, saya tidak akan mampu mengurus diri saya  sendiri dengan baik. Untuk membuat keputusan yang baik secara konsisten, untuk mengambil tindakan yang benar ketika diperlukan, untuk menahan diri dari perbuatan yang salah, memerlukan disiplin diri dan karakter. Itu dimulai ketika kita bersedia melakukan apa yang harus kita lakukan, tidak peduli bagaimana perasaan kita tentang hal itu.

Latih kesabaran. Hanya sedikit perkara yang berharga di dalam hidup ini yang datang dengan cepat. Tidak ada yang disebut pendewasaan instan atau pembesaran instan. Memang kita terbiasa dengan yang serba instan seperti kopi instan, mie instan, bubur instan, namun menjadi seorang pemimpin tidak terjadi dalam semalam, harus melalui proses yang panjang. Dengan memahami hal ini, kita harus melatih kesabaran dalam menjalani proses itu.

Usahakan untuk bertanggung jawab. Tidak adanya keharusan tanggung jawab dalam kehidupan pribadi kita pasti akan menimbulkan masalah di dalam kehidupan kita di masyarakat. Memimpin diri sendiri berarti Anda harus memiliki standar tanggung jawab yang lebih tinggi daripada orang lain. Kesediaan untuk mencari dan menerima nasihat adalah indikator yang baik untuk tanggung jawab.

Thomas J. Watson, mantan ketua IBM, berkata,” Tidak ada yang membuktikan dengan begitu meyakinkan kemampuan seseorang untuk memimpin orang lain, seperti apa yang ia lakukan dari hari ke hari dalam memimpin dirinya sendiri.” Tepat sekali. Jika Anda dapat memimpin diri sendiri dengan sangat baik, maka Anda akan memperoleh hak untuk memimpin kerumunan yang lebih besar lagi. 

Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.


Sabtu, 08 Maret 2014

Segalanya Terjadi Karena Suatu Alasan

Semua orang sukses mempunyai kemampuan luar biasa untuk fokus pada apa yang mungkin terjadi dalam suatu situasi, hasil-hasil positif apa saja yang mungkin diperoleh. Mereka berpikir bahwa segalanya terjadi karena suatu alasan, dan itu demi kebaikan mereka sendiri. Mereka percaya bahwa setiap kesusahan mengandung benih manfaat yang sama besar atau bahkan lebih besar.


Ada tak terhitung banyaknya cara untuk bereaksi terhadap situasi apa pun. Katakanlah bisnis Anda gagal mendapatkan kontrak yang Anda harapkan. Atau mungkin Anda kecewa karena atasan Anda mempromosikan rekan Anda bukan Anda, yang Anda yakin layak Anda dapatkan. Orang bisa terluka dan frustasi karenanya. Mungkin pulang dan terpuruk atau keluar minum-minum. Bisa juga marah dan menyalahkan perusahaan yang memberikan kontrak atau atasan yang tidak becus yang merusak sesuatu yang di depan mata.

Semuanya mungkin melampiaskan kekesalan, tetapi sama sekali tidak membantu. Satu-satunya cara untuk mendapatkan hasil positif dari apa yang tampaknya merupakan hasil negatif, adalah menelusuri kembali langkah-langkah Anda, memetik pelajaran-pelajaran berharga walaupun menyakitkan, membetulkan pagar-pagar, dan memandang baik-baik kepada kemungkinan-kemungkinan baru. 

Ketika saya pulang tugas dari Pakistan setelah bekerja disana selama hampir dua tahun, saya juga menuntut promosi seperti yang dijanjikan pihak manajemen pusat namun ternyata tidak diberikan. Kemudian atasan saya berusaha menghibur dengan memberikan kesempatan pada saya mengikuti pendidikan selama setahun. Saya semakin kecewa, akhirnya enam bulan kemudian saya mengajukan pensiun dini dan sekarang saya mensyukurinya karena di dalam kekecewaan saya menemukan kemungkinan-kemungkinan. Kalau saja saya dipromosikan, mungkin saya tidak pernah menjadi seorang pengusaha yang berhasil dan tetap menjadi seorang karyawan sampai pensiun alami.

Marilah kita mengambil contoh yang baik tentang melihat kemungkinan dari Marilyn Hamilton, seorang mantan guru dan ratu kecantikan, dan seorang pengusaha sukses di Fresno, California. Ketika berusia dua puluh sembilan tahun, ia jatuh dari tebing berbatu-batu dalam kecelakaan peluncur gantung yang membuatnya harus menggunakan kursi roda, lumpuh dari pinggang ke bawah.

Awal mulanya ia frustasi dengan kursi roda yang terlalu mengurung dan menghambatnya. Namun ia kemudian fokus pada kemungkinan-kemungkinan yang terbuka baginya. Ia berhasil melihat peluang dalam tragedi yang menimpanya. Kita mungkin tidak bisa menilai keefektifan sebuah kursi roda, tapi ia bisa. Maka ia bersama dua temannya mulai menggarap prototipe untuk kursi roda yang lebih baik. Mereka bertiga membentuk perusahaan Motion Design yang menjadi kisah sukses yang merevolusi industri kursi roda. 

Boleh dikata semua sukses besar itu bekerja dengan kerangka berpikir yang sama. Luangkan waktu sejenak untuk merenungkan apa-apa yang Anda percayai. Apakah yang Anda harapkan selama ini berjalan lancar atau tidak ? Apakah Anda melihat potensi dalam situasi tersebut atau Anda hanya melihat hambatannya ? Banyak orang yang fokus pada yang negatif daripada yang positif. Percaya akan keterbatasan akan menciptakan orang yang terbatas. Melepaskan diri dari keterbatasan-keterbatasan adalah kuncinya, kemudian milikilah kepercayaan yang kuat akan kemungkinan, maka kemungkinan besar Anda akan mencapainya.

Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.


Jumat, 07 Maret 2014

Belajar Menangani Frustasi


Ada lima kunci kekayaan dan kebahagiaan menurut Anthony Robbins, saya tertarik untuk membahas kunci pertama, yaitu Anda harus belajar menangani frustasi. Beliau berkata, “ Kalau Anda ingin menjadi orang yang sesuai dengan potensi maksimal Anda, melakukan segala yang bisa Anda lakukan, mendengar segala yang bisa Anda dengar, melihat segala yang bisa Anda lihat, Anda harus belajar menangani frustasi.”

Frustasi bisa mematikan impian, ini seringkali terjadi. Frustasi dapat mengubah sikap yang positif menjadi negatif, dari kondisi yang memberdayakan menjadi kondisi yang melumpuhkan. Akibat sikap negatif antara lain adalah hilangnya disiplin diri. Dan ketika disiplin itu hilang, hasil-hasil yang Anda inginkan pun ikut hilang. 

Jadi, untuk memastikan sukses dalam  jangka panjang, kita harus belajar mendisiplinkan frustasi kita. Menurutnya, kunci sukses adalah frustasi luar biasa. Di dalam sukses besar mana pun, pasti kita akan temukan frustasi besar-besaran. Siapa pun yang tidak sependapat, pasti tidak tahu soal apa-apa tentang berprestasi. 

Ada perusahaan kecil bernama Federal Express yang bergerak di bidang pengiriman barang. Seorang pria bernama Fred Smith yang memulai perusahaan ini, dan ia bangun bisnis besar dari tumpukan frustasi. Ketika ia memulainya usahanya, yang bermodalkan hasil seluruh tabungannya, ia berharap mengirimkan 150 paket. Ternyata ia hanya mengirimkan enam belas paket, lima diantaranya adalah ke rumah salah satu karyawannya.

Segalanya semakin parah setelah itu. Menggaji karyawan sering terlambat, harus menunggu pencairan ongkos kirim di toko-toko langganan mereka karena dananya tidak mencukupi. Untuk mempertahankan supaya dapat beroperasi, mereka harus berjuang mati-matian. Sekarang Federal Express telah menjadi perusahaan besar sekali. Satu-satunya alasan perusahaan ini tetap ada adalah karena Fred Smith menangani frustasi demi frustasi.

Ketika saya menjalankan bengkel variasi mobil Oto Kits juga mengalami frustasi-frustasi yang harus dilewati. Tiga mobil pertama yang masuk ke bengkel, keluar begitu saja tanpa transaksi, sampai saya memarkirkan mobil-mobil sendiri supaya kelihatan ramai. Ketika sudah mulai mendapatkan pelanggan, keluhan-keluhan pun berdatangan tanpa henti membuat frustasi-frustasi baru.

Beberapa kali teknisi tidak mengencangkan nut-nut roda kembali, sampai membuat roda lepas dari mobil pelanggan ketika berjalan, sangat mengerikan, untung tidak terjadi kecelakaan yang fatal. Pemasangan kaca film yang salah berkali-kali juga membuat frustasi karena harus menanggung kerugian dan umpatan. Memecahkan kaca mobil pelanggan, menggores body, bahkan sampai merusakkan ECU mesin mobil semua pernah terjadi. Sekarang Oto Kits berkembang, melebarkan sayap karena berhasil menangani frustasi-frustasi tersebut.

Ada frustasi besar dalam perjalanan menuju sukses besar, entah di dalam bisnis, dalam hubungan, atau dalam kehidupan. Semua orang sukses belajar bahwa sukses itu terkubur bersebelahan dengan frustasi. Orang yang gagal mencapai sasaran mereka, biasanya terhenti oleh frustasi, tidak sampai ke sebelahnya. Mereka biarkan frustasi menghalangi mereka dari mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan. Teroboslah hambatan ini dengan menerobos frustasi, ambil setiap kemunduran sebagai umpan balik dari mana Anda bisa belajar, dan teruslah maju. Anda tidak akan menemukan banyak orang sukses yang belum mengalami frustasi, saya yakin sekali.

Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.