Bersama jajaran Manajemen dan Karyawan yang dibawahinya.

Liburan bersama keluarga

Bersama istri tercinta "Laniati Dewi".

Hidup hanya sekali...Hiduplah dengan Luar Biasa !!

Bersama manajer pelumas "Sutoyo Wijaya" salah satu divisi yang dibawahinya

Sabtu, 05 Juli 2014

Matahari Terbit


Salah satu kelebihan dari hotel yang akan segera saya bangun adalah mendapatkan view laut karena lokasinya hanya berjarak dua ratus meter dari pantai. Agar dapat menikmati pemandangan matahari terbit di pagi hari, maka hotelnya harus bertingkat cukup tinggi. Rencananya akan dibangun delapan lantai dengan kolam renang di atapnya.

Seandainya Anda menginap di salah satu kamar yang menghadap ke pantai tapi Anda menempati salah satu kamar di lantai dua atau tiga, mungkin pemandangan Anda masih terganggu. Mungkin  Anda akan mengatakan bahwa tidak ada laut di sebelah sana, hanya semak-semak atau bangunan gedung lainnya yang tampak.

Tapi ketika Anda menempati kamar di lantai tujuh atau delapan yang paling atas, maka Anda akan benar-benar melihat pemandangan yang indah, semburat merah sang mentari yang muncul di ufuk timur serta bentangan samudra yang luas.  Anda memiliki pandangan yang lebih luas dibandingkan ketika berada di lantai tiga.

Orang yang tinggal di lantai tiga terjebak oleh anggapan bahwa pemandangan yang dia lihat benar-benar terbatas. Dia beranggapan bahwa apa yang dia saksikan adalah  satu-satunya pemandangan yang ada. Logika tidak akan mampu masuk ke dalam pikiran orang yang mengandalkan anggapan yang keliru dan tidak mau mencari fakta-fakta.

Ilustrasi di atas menggambarkan bagaimana kita harus meningkatkan cara pandang. Janganlah mati-matian bertahan tinggal di lantai bawah, jika yang terlihat hanya pemandangan yang amat terbatas. Ironisnya, banyak orang belum memperoleh pandangan yang cemerlang tentang ‘kebenaran’ yaitu  kehidupan nyaman yang dapat kita nikmati.

Sesungguhnya yang harus kita lakukan adalah berteman dengan pikiran kita sendiri. Mencermatinya  secara tenang dan memahami pikiran secara jelas, sehingga akan meningkatkan cara pandang kita atas realitas. Kita melihat semua apa adanya tanpa penilaian moral, serta tanpa penolakan atau pun penerimaan.

Selama berhari-hari sebuah kapal dagang berlayar tenang menuju Hindia Barat. Karena banyaknya kawanan perompak di perairan itu, seluruh awak kapal merasa takut dan khawatir tatkala melihat ujung tiang kapal lain. Mereka meminta kapten untuk menghindari kapal itu, tetapi seorang petugas menjawab, “ Mari kita lihat lebih dekat.”

Usul itu sungguh bijaksana dan menguntungkan. Kapal yang disangka milik kawanan perompak itu ternyata kapal yang ditugaskan untuk mengawal dan mengantarkan kapal dagang tersebut menuju pelabuhan. Kita bisa melakukan hal yang sama, dengan tidak lari dari pikiran yang terlalu khawatir sehingga kita akan merasa aman dan tentram.

Kita bisa menjadi orang yang lebih bijak dengan pikiran yang terbuka. Karena cara pandang yang lebih tinggi hanya dapat dicapai dengan pikiran terbuka. Kita akan memahami apa yang semestinya dilakukan, sehingga kita bisa mendapatkan kekayaan mental seperti yang kita dambakan. Sekali kita sadar bahwa kehidupan kita lebih kaya secara mental, kita semakin mendekati ‘kebenaran’ atau ketentraman.

Sekali kebenaran tersingkap, kebenaran tak akan pernah musnah. Kebenaran akan selalu berada dalam diri kita, seperti melihat pemandangan indah semburat merah matahari terbit di pagi hari, keindahannya takkan terlupakan.


Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.

Jumat, 04 Juli 2014

Mental yang Baru


Sudah agak lama, mungkin hampir setahun saya jarang melayani langsung pembeli yang mencari barang di swalayan bengkel kami. Ketika mencari di rak yang biasa untuk memajang barang tersebut  saya tidak menemukannya, karena ternyata sudah diganti dengan pajangan barang yang lain. Secara periodik memang penataan di pajangan sering dirubah sebagai penyegaran.

Menata rumah pun demikian, perabotan dipindah kesana geser kesini untuk memberikan warna baru mengusir kejenuhan. Tetapi menciptakan perubahan mental di dalam diri seseorang tidak dapat demikian. Celakanya, banyak orang yang semata hanya menata ulang perabot mental lama mereka untuk mendapatkan suasana baru.

Apabila Anda ingin pribadi yang baru, Anda tidak sekedar menata kembali perabot lama, tetapi mengeluarkannya dari rumah kemudian mengganti dengan perabot yang baru. Kita memerlukan kehidupan baru yang ingin kita capai dan untuk itu kita perlu memiliki mental yang baru. Dan ketika kita memilikinya, secara mengagumkan segalanya bakal ikut tercapai.

Pernahkah Anda membaca buku, menyimpannya dan beberapa tahun kemudian membacanya lagi ? Bisa jadi Anda akan berkata, “ Sungguh aneh, buku ini berbeda sama sekali dengan apa yang pernah kubaca. Sulit dipercaya bahwa ini adalah buku yang sama.”

Sudah pasti, buku itu buku yang sama yang pernah Anda baca sebelumnya. Setiap kata betul-betul sama, tetapi Andalah yang berubah. Perilaku dan sudut pandang Anda benar-benar berubah, karena itu Anda bereaksi secara berbeda terhadap kata-kata yang sebenarnya sama dengan yang sudah Anda baca bertahun-tahun sebelumnya.

Hal yang sama juga akan terjadi ketika Anda memilhat dunia dengan pikiran yang baru. Anda masih mengerjakan urusan yang sama, namun Anda melihatnya secara berbeda, Anda akan bereaksi atau merespons dengan cara yang lebih segar. Reaksi baru Anda akan menghasilkan dunia yang sungguh baru !

Beberapa tahun yang lalu, saya pernah ditawari untuk membangun hotel oleh seorang kolega dan reaksi saya ketika itu negatif. Sama sekali tidak terbayangkan bahwa beberapa tahun kemudian saya melihatnya sebagai peluang yang harus saya wujudkan. Karena reaksi saya berbeda terhadap urusan yang sama.

Mungkin Anda pun pernah mengalami hal yang sama, tidak melihat sebuah peluang karena Anda belum mengalami transformasi mental. Marilah kita ganti perabot lama mental kita yang tidak lagi relevan dengan kehidupan yang ingin kita tuju. Perubahan mental inilah yang akan mengubah secara dramatis kehidupan sehari-hari kita.

Mohon jangan menganggap semua ini sebagai hal yang mistis atau mustahil. Tidak ada hal yang lebih praktis dibandingkan merubah mental kita, yang langsung dapat dirasakan manfaatnya. Apabila hal ini diterapkan, segala hal yang ada di luar diri Anda niscaya bakal berubah, termasuk transaksi bisnis, pekerjaan, hubungan dengan lawan jenis, kehidupan sosial dan lain-lain.

Saya yakin mental baru Anda akan melihat dunia yang sama sekali baru, karena ‘reaksi baru Anda akan menghasilkan dunia yang sungguh baru’. Mungkin perlu ada uji coba untuk menguji kebenaran kata-kata saya. Namun, yang pasti, apa yang saya uraikan adalah hasil dari pengalaman saya sendiri, bukan sekedar teori seperti banyak profesional berbagi inspirasi. Masih ragu ?



Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.

Kamis, 03 Juli 2014

Ada Masanya


Di halaman rumah depan ada sebuah pohon sukun besar yang buahnya terkenal lezat. Setelah cukup matang di pohon, kita petik, dikupas dan disayat tipis tapi jangan terlampau tipis baru digoreng, lalu dimakan saat masih hangat. Hmm...yummy. Kalau sudah terlalu matang di pohon, sebaiknya jangan digoreng tapi dikukus, tidak kalah lezatnya.

Sayang pohon itu hanya mau berbuah pada masa tertentu, sehingga tidak setiap saat saya dapat memetik dan menikmatinya. Untuk segala sesuatu memang ada masanya, untuk apa pun yang ada di bawah langit selalu ada waktunya. Demikian juga di dalam kehidupan manusia, ada masa sulit dan ada masa senang yang datang silih berganti.

Seperti musim di Indonesia, ada musim hujan dan pasti ada musim kemaraunya. Di negara-negara lain bahkan ada yang mengalami empat musim yang berlainan. Musim semi, musim panas, musim dingin dan musim gugur, menjadi suatu siklus alam.

Dalam hidup, kita jangan mengambil kesimpulan berdasarkan satu masa saja, entah itu masa sulit atau masa senang. Berikut ini ada sebuah kisah tentang masa yang dinilai secara salah. Bila kita hanya mengalami satu masa atau musim saja lalu memberikan penilaian.....

Ada dua orang yang mengawali usaha dengan berjualan es, yang satu berjualan es pada musim hujan, sedangkan yang satunya lagi berjualan pada musim kemarau. Yang satu mengambil asumsi berjualan es sulit sekali, tidak laku. Sedangkan yang satunya lagi mengatakan memulai usaha mudah sekali karena laku keras.

Demikian pula dengan dua orang yang berjualan payung. Yang satu laris manis karena berjualan di musim hujan dimana banyak orang membutuhkan. Sedangkan yang lainnya merasa dagangannya sepi, sulit mendapatkan pelanggan, omsetnya turun drastis karena berjualan di musim panas.

Apa yang kita alami dalam kehidupan tidak bisa diukur hanya pada satu masa saja. Kalau Anda menyerah pada masa yang sulit, Anda akan kehilangan masa yang indah saat kesulitan itu berakhir. Kalau Anda takabur dengan masa yang senang, satu saat Anda akan rapuh menghadapi masa yang sulit. 

Hidup selalu ada masa senang dan masa susah. Kita tidak dapat hidup selamanya di salah satu sisi, sehingga kita perlu bersabar ketika menghadapi kesulitan, karena pada akhirnya akan datang kesenangan. Sebaliknya pun demikian, kita perlu rendah hati dan mawas diri pada saat menikmati kejayaan. Kita tidak boleh terlena dengan masa yang indah atau kesenangan.


Ada pepatah, hidup ini seperti roda berputar, kadang di atas kadang di bawah. Jangan sia-siakan kesempatan yang diberikan, kita harus berupaya semaksimal mungkin karena segala sesuatu ada masanya. Kita harus berterima kasih untuk segala sesuatu yang kita terima dalam hidup ini, yaitu dengan selalu bersyukur setiap saat. 

Setiap musim ada masanya yaitu masa menabur dan menuai. Jangan menentang hukum alam ini. Bagi Anda yang belum memperoleh kesempatan untuk menuai, bersabarlah, semua ada masanya. Jangan bermalas-malasan pada masanya untuk menabur.  Belajar dari semut yang mengumpulkan makanan sebanyak-banyaknya pada musim panas untuk menghadapi musim dingin.....


Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.

Rabu, 02 Juli 2014

Antusiasme


Kemarin, selama tiga jam saya menghabiskan waktu membaca bermacam-macam buku, searching internet untuk mencari ide menulis, namun sulit juga menemukannya. Rasanya benar-benar buntu dan mau menyerah saja, istirahat dan tidur. Semangat agak menurun dan kurang antusias mungkin alasannya.

Antusiasme yang membuat Noah Webster mau menghabiskan waktu 36 tahun untuk menyelesaikan Webster Dictionary. Antusiasme juga yang membuat tim Yunani yang sama sekali tidak diunggulkan bisa membawa pulang piala Eropa tahun 2004, dengan mengalahkan tim Portugal yang bermain di kandangnya sendiri.

Bagaimana jadinya jika seorang pembicara yang tidak memiliki antusiasme tampil di depan publik  ? Bagaimana jadinya jika seorang sales tidak  antusias dalam menjual ? Bagaimana jadinya jika seorang atlit kurang antusias dalam bertanding ?

Antusiasme merupakan bagian yang penting dalam kehidupan kita sehari-hari atau dalam pekerjaan setiap orang. Antusiasme merupakan sikap positif, sumber kekuatan yang ajaib dimana kita dapat menggapai apa pun yang kita inginkan dengan semangat. Jika seorang leader tidak antusias dalam memimpin timnya, sudah pasti akan gagal meraih kesuksesan.

Sebenarnya, banyak orang bukan tidak memiliki antusiasme, tetapi karena tidak membiasakan diri untuk selalu antusias dalam segala tindakannya. Lebih tepatnya mereka tidak mengetahui apa yang harus dilakukan untuk dapat membangkitkan rasa antusias dalam diri mereka, setuju ?

Napoleon Hill berpendapat bahwa semua orang dapat belajar bagaimana menghasilkan antusiasme di dalam diri mereka masing-masing. Dia mengatakan salah satunya adalah mengendalikan kontrol suara Anda setiap kali berkomunikasi. Penemuan ini sudah digunakan untuk melatih ribuan orang yang ingin menjadi pribadi antusias.

Berbicara lebih keras. Berbicara dengan suara yang cukup jelas sehingga orang lain dapat mendengar Anda dan menimbulkan anggapan mereka bahwa Anda adalah orang yang percaya diri.

Berbicara dengan cepat dan berkonsentrasi pada subyek Anda. Mempertahankan kontak mata pada lawan bicara Anda, untuk menginspirasikan kepercayaan diri dan menjaga pikiran Anda tetap pada jalurnya.

Berhenti sejenak dan menekankan. Jika Anda ragu, beristirahat sejenak dimana Anda memberikan tanda koma pada kata-kata penting. Hal ini juga untuk menghilangkan ketegangan yang Anda alami ketika harus berbicara dengan orang yang sama sekali asing atau di depan publik.

Tetap ceria dalam suara Anda. Anda harus menjaga hati tetap ceria sehingga menghasilkan suara yang ramah dan bersahabat. Nada kasar atau tidak ramah akan segera membunuh antusiasme. 

Modulasi suara. Penyampaian yang monoton tentu membosankan dan tidak menyenangkan. Kontrol intonansi dengan menurunkan suara Anda dari waktu ke waktu, lalu naikkan suara Anda ketika ingin menekankan kata penting sebelum kembali ke suara normal Anda sehingga pendengar akan lebih memperhatikan Anda.

Dengan berlatih membangkitkan sikap antusias, kita belajar mengendalikan emosi melalui tindakan. Jika Anda berjabatan tangan dengan orang, berjabatanlah dengan antusias. Jika Anda menelpon seseorang, berbicaralah dengan ceria dan antusias. Kirimkan mereka perasaan yang nyaman dan selaras ketika berbicara dengan Anda, dan pada akhir pembicaraan buatlah mereka lebih senang berbicara dengan Anda dibandingkan dengan orang lain. 

Jadilah antusias setiap hari !

Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.



Selasa, 01 Juli 2014

Terpelajar


Dalam seminarnya, James Gawee mengatakan, “ Orang yang buta huruf di abad dua puluh satu bukan orang yang tidak bisa membaca dan menulis, melainkan orang yang sudah tidak mau belajar lagi.” Apakah Anda sudah tamat S1, S2, atau S3, kemudian tidak mau belajar lagi ? Hidup adalah sekolah seumur hidup.
Setiap hari kita harus mengamati yang terjadi di sekeliling kita. Kemanapun kita pergi, kita harus mengawasi perkembangan yang sedang berlangsung disana. Hal itu akan memperkaya kita dengan pengetahuan. Di dunia ini, banyak yang tidak mau belajar, mereka berdalih sudah dari sononya begitu. Hal itu tidak benar. Kalau kita bersedia belajar, otak kita akan menyesuaikan diri, bukan bisa atau tidak, tapi mau atau tidak. Yang penting hati dan semangat kita.

Melihat televisi, membaca buku, menjelajah internet juga akan memperkaya pengetahuan yang bermanfaat kalau yang kita lihat hal-hal yang positif. Makin rajin kita belajar semakin kita sadari bahwa pengetahuan yang kita miliki tidak ada apa-apanya. Coba Anda tanyakan pada mbah google maka Anda akan merasakan apa yang sudah Anda ketahui sangat minim. 

Siapapun yang berhenti belajar menandakan dia sudah tua, apakah ia berusia dua puluh tahun atau tujuh puluh tahun. Sama sekali bukan karena usia. Ada pepatah yang mengatakan, “ Kalau orang berhenti belajar, ia sudah mati walaupun masih hidup,” karena pentingnya kita belajar selagi masih dapat bernafas.

Saya sendiri sudah diatas setengah abad, tepatnya tahun ini lima puluh tujuh tahun dan, setiap hari masih belajar. Saya menyadari kalau saya masih mau menambahkan nilai untuk orang lain, saya juga harus membuat diri saya lebih bernilai. Apa yang mau saya berikan apabila kita tidak mempunyai apa-apa yang bernilai untuk diberikan ? Jawabannya, ya belajar, kapan saja, dimana saja dengan siapa saja.

Belajar ilmu pengetahuan seperti fisika lebih mudah, karena kita hanya menggunakan pikiran. Kita bisa menguasai dalam waktu yang singkat. Mengapa demikian ? Karena semua terjadi diluar diri kita dan terlihat. Namun, belajar tentang moral butuh waktu puluhan tahun karena pelajaran itu harus berada di dalam diri kita, harus menggunakan hati. Belajarlah dengan menggunakan pikiran dan hati. 

Dalam dunia yang penuh tantangan karena perubahan yang begitu cepat, satu-satunya cara untuk bertahan adalah dengan belajar terus menerus. Bergerak dalam bidang apa pun kita harus bergerak, harus belajar. Perusahaan atau pribadi yang tidak mau belajar, dapat dipastikan di ambang kematian alias hancur, hanya menunggu waktu.

Untuk mau diajar oleh orang lain maka kita perlu menjadi orang yang rendah hati. Kita sering merasa kedudukan kita lebih tinggi, lebih pengalaman dan lebih ahli, mengapa harus belajar dari orang yang lebih rendah dari kita ? Kita memakai syarat dengan melihat penampilan dan wajah orang yang mengajar sebelum mau menerima pelajarannya, padahal seharusnya tidak demikian.

Menjadi orang  terpelajar bukan karena menyandang gelar atau memiliki banyak gelar. Kalau kita mau diajar dan mau belajar, kita termasuk orang terpelajar. Tetapi terpelajar yang sesungguhnya adalah ketika kita tumbuh secara intelegensia dan moral menjadi orang yang berilmu, rendah hati, suka menolong, menunjukkan kasih dan perhatian kepada orang lain. 

Siapa pun dapat menjadi terpelajar, termasuk Anda. 

Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.