Selama beberapa hari absen menulis karena berlibur keluar
negeri, agak menyurutkan semangat saya untuk mulai menulis lagi. Lalu saya ingat
pada komitmen saya untuk menulis minimal dua hari sekali, ingat bahwa tidak ada
pemenang yang berjuang setengah hati. Pada waktu-waktu yang lalu bahkan saya
bisa menulis enam artikel dalam seminggu, melebihi komitmen saya pada diri
sendiri.
Banyak orang biasanya menghubungkan komitmen dengan perasaan
mereka. Jika mereka merasa hal atau cara yang dilakukan adalah benar, mereka
akan tetap menjalankan komitmen itu. Tetapi komitmen sejati bukanlah perasaan,
komitmen adalah kualitas karakter yang memampukan kita meraih semua tujuan. Emosi
manusia selalu pasang surut seperti yang saya rasakan setelah berlibur, namun
komitmen harus berdiri tegak seperti batu karang. Saya pun menginginkan tim
yang kokoh di dalam perusahaan saya, yang para anggotanya berkomitmen teguh
pada tim.
Banyak orang biasanya menghubungkan komitmen dengan perasaan
mereka. Jika mereka merasa hal atau cara yang dilakukan adalah benar, mereka
akan tetap menjalankan komitmen itu. Tetapi komitmen sejati bukanlah perasaan,
komitmen adalah kualitas karakter yang memampukan kita meraih semua tujuan. Emosi
manusia selalu pasang surut seperti yang saya rasakan setelah berlibur, namun
komitmen harus berdiri tegak seperti batu karang. Saya pun menginginkan tim
yang kokoh di dalam perusahaan saya, yang para anggotanya berkomitmen teguh
pada tim.
Komitmen biasanya
terlihat pada saat kesulitan melanda. Kita baru akan tahu seberapa dalam
komitmen kita terhadap sesuatu sesudah masalah datang menerpa. Berjuang dalam
kesusahan akan menguatkan tekad seseorang. Kesulitan melahirkan komitmen dan
komitmen memicu kerja keras. Semakin bulat tekad kita mengerjakan sesuatu,
semakin kecil kemungkinan kita untuk menyerah. Orang-orang yang berkomitmen
tidak mudah menyerah.
Komitmen tidak
bergantung pada bakat dan kemampuan. Kadang kala, kita mengira orang-orang
berbakat tentu lebih mudah berkomitmen. Seseorang yang berbakat terlihat lebih
mudah dalam mengelola bisnis, memperindah karya seni atau berolah raga menjadi
atlet papan atas. Tetapi itu tidak benar, karena antara komitmen dan talenta tidak
berkaitan kecuali kita mengaitkan keduanya. Saya pernah berkisah tentang
seorang atlet yang tidak berbakat tapi bisa mencapai sukses karena berkomitmen
penuh, sebaliknya yang berbakat tidak berhasil (baca : # hidup adalah pilihan).
Dengan berkomitmen untuk menggunakan semua kemampuan yang kita miliki, kita
akan menyadari bahwa kita memiliki banyak kemampuan dan bisa berbuat lebih
banyak, sebagai hasil dari komitmen kita. Tidak ada sukses yang diperoleh tanpa
komitmen.
Komitmen lahir karena
pilihan, bukan keadaan. Banyak orang mengira pilihan mereka ditentukan oleh
keadaan. Padahal, sering kali justru pilihanlah yang menentukan keadaan. Dengan
memilih berkomitmen, kita memperoleh kesempatan untuk berhasil. Sesungguhnya
komitmen selalu menjadi pilihan.
Komitmen didasarkan
pada keyakinan, pasti akan bertahan. Mengambil komitmen memang penting, namun
memegang teguh komitmen juga amat penting. Komitmen yang dilandasi oleh
nilai-nilai hidup yang kuat membuat kualitas komitmen kita akan tetap terjaga
dan kita tidak perlu harus sering mengevaluasi ulang kepentingannya. Komitmen
terhadap sesuatu yang kita yakini, pasti jauh lebih mudah dipertahankan.
Marilah kita renungkan seberapa penting arti komitmen bagi
diri kita. Ketika keadaan menjadi sulit, apakah kita tetap berkomitmen dengan
teguh atau justru cenderung berkompromi bahkan mungkin memilih menyerah. Lebih
tegasnya lagi seberapa besar komitmen diri kita pada tujuan, pada tim, pada
organisasi. Temukan definisi komitmen sejati bagi Anda. Apakah Anda berkomitmen sepenuh hati atau
diam-diam menyusun rencana kabur seandainya sesuatu tidak berhasil ? Ingatlah
tidak ada pemenang yang berjuang setengah hati.
.
Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.










