Jumat, 26 Desember 2014

Sms Natal



Suasana Natal masih kental terasa, tampak dari banyaknya sms ucapan teman, sahabat dari berbagai kalangan terhadap umat nasrani yang merayakannya, termasuk saya. Hampir semua orang, baik tua muda dan anak-anak sekarang memiliki hp, sehingga komunikasi jarak jauh begitu murah dan begitu mudahnya hanya butuh sekian pencetan. Tidak peduli di mana pun kita berada, sekali pencet sudah menjangkau ke seluruh dunia. 

Di sini belum malam Natal, balas seorang teman di Amerika dalam hitungan menit. Saya lupa kalau waktu di sini dengan California selisihnya hampir 14 jam. Selamat Natal ya, kami sedang berlibur bersama keluarga di Korea, balas teman yang lain. Saya tahu bilamana dia hanya bercanda dengan guyonannya yang khas, karena kampung halamannya memang di Korea, Kroya tepatnya.

Karena begitu murah dan mudahnya cara ini, sehingga kita menjadi sering melakukannya. Karena sering maka akhirnya menyita sebagian besar waktu kita. Sebentar-sebentar sms, bahkan di dalam rumah antar ruangan juga kadang malas bangun dan saling bertegur sapa, karena masing-masing sibuk dengan keasyikannya. Tidak aneh kalau kita sering melihat dalam satu keluarga, suami mencet, istri mencet, anak mencet bahkan pembantu sibuk mencetin hp.

Lupa sudah kita, pada orang atau saudara yang berada di depan mata, maka ada istilah bahwa hp itu mendekatkan yang jauh tapi menjauhkan yang dekat. Jadi, meskipun kita saling berhadapan, belum tentu kita saling berkomunikasi dengan baik. Susah-susah bertemu muka, tapi hanya menghabiskan waktu untuk saling pencet bagi seseorang yang jauh dan tidak berada di hadapan kita.

Pada dasarnya, sms ucapan ada dua jenis. Yang pertama adalah personal atau pribadi, yang benar-benar khusus ditujukan bagi kita dengan menyebut nama kita sebagai penerima, sedangkan jenis yang kedua adalah sms general, hasil duplikat, copy paste atau malah broadcast belaka. Untuk yang jenis pertama, tentu dengan senang hati saya juga membalasnya dengan mengetikkan satu per satu kalimatnya.

Karena pasti mereka sedang mengingatku ketika mengirimkannya. Maka, sudah menjadi kewajiban kita untuk menghargai kebaikan hati mereka. Kita merasa tersanjung karenanya. mereka mencintai kita dan kita pun harus mencintai mereka. Jika ucapan yang saya terima adalah ucapan yang dikirim ke banyak orang tanpa menyebut nama, cintanya jadi kurang berarti, karena tak ada lagi kekhususan pada siapa. Sekali pencet ke semua kontak di hp kita.

Maka, menghadapi jenis yang kedua kadang saya biarkan beberapa lama tak langsung meresponnya dan ketika ada waktu senggang baru menjawabnya. Meskipun begitu tidak ada rasa bersalah ketika lupa tidak menjawabnya. Unsur ‘saya’ telah menjadi tidak penting lagi, karena ucapan sms itu dapat ditujukan kepada siapa saja, ke semua pihak. Sms yang saya terima itu bisa juga sampai kepada Anda sama persis karena berupa terusan atau copy paste tanpa harus menulisnya.

Itulah kenapa bahagia sekali rasanya jika diantara banyaknya sms ucapan yang masuk terselip nama kita di dalamnya. Ada sms yang khusus untuk kita, kenal baik dengan kita, ia dekat dan penuh cinta. Itulah sms yang selalu menggoda kita untuk segera membalasnya, sesibuk apapun diri kita. Dengan hanya menambahkan nama yang tak seberapa, silaturahmi jarak jauh kita dengan saudara, sahabat dan teman-teman akan selalu penuh dengan cinta.


Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar