Sabtu, 29 November 2014

Kebiasaan Minum Air Putih


Minum air putih segelas besar setiap pagi bangun tidur dan malam menjelang tidur adalah ritual wajib bagi saya. Karena sebelum memiliki kebiasaan ini saya sering merasakan nyeri pinggang, bahkan sampai terserang kencing batu tiga kali. Penyebab kencing batu memang ada banyak hal dan tidak menyebut soal minum. Namun, apabila kita sering kekurangan minum tentu akan membuat rentan terkena penyakit ini.

Pernah saya terkena serangan ini sampai tidak bisa melangkahkan kaki saking sakitnya, justru ketika saya sedang menjenguk seorang teman mondok di rumah sakit. Tujuannya menghibur orang sakit, malah saya sendiri yang perlu dihibur karena saat itu saya mengerang-erang kesakitan dan terpaksa dipanggilkan perawat dan dibawa ke unit gawat darurat.

Maka, ketika Anda bepergian semobil dengan saya, jangan heran jika menemukan di setiap sisi kursi penumpang selalu tersedia satu botol air mineral. Kebiasaan minum banyak harus saya jaga, apalagi jika duduk berjam-jam. Karena itulah kita sering melihat para sopir truk membawa botol minuman ukuran yang besar satu setengah literan, mereka takut sakit pinggang karena duduk berlama-lama di belakang kemudi.

Seorang dokter mengatakan kepada saya bahwa air itu obat. Saya langsung mempercayai tanpa saya harus meneliti terlebih dulu. Karena kedudukannya sebagai seorang yang berilmu dalam pengobatan layak saya percayai. Kata-katanya saya patuhi. Jadi, jika kita menjadi orang yang berilmu, maka akan semakin banyak orang mematuhi apa yang kita katakan.

Untuk menjadi seorang yang tinggi ilmunya, kita tak boleh enggan untuk terus belajar. Namun,  berilmu saja tentu tidak cukup, baik dan mulia hati adalah yang paling penting. Padahal jadi seorang yang mulia adalah yang paling sulit. Tulisan-tulisan atau perkataan saya kadang baru mencerminkan keinginan saya untuk mulia, sama sekali belum realitas saya.

Jadi, bisa saja selama ini saya sekadar sok pintar, sok baik dan sok mulia, tetapi tidak benar-benar seperti itu, karena omongan atau tulisan itu lebih mudah saya dahulukan ketimbang kelakuan saya. Dengan demikian, nasihat saya akan sampai kepada orang lain terlebih dahulu daripada perilaku saya. Itulah kenapa sampai sekarang saya masih terus belajar dan belajar untuk menjadi lebih pintar, lebih baik dan lebih mulia.

Kembali ke masalah kebiasaan saya cukup minum air, ternyata juga membawa konsekuensi lain yaitu jadi sering kebelet pipis. Ketika di perjalanan bepergian, karena tersedia minuman di kendaraan, saya minum terus. Akibatnya, rasa ini lebih sering datang tapi saya sering menahannya karena tanggung belum menemukan tempat pemberhentian yang tepat, yaitu toilet umum yang bersih.

Demikian pula kebiasaan saya minum air segelas besar saat menjelang tidur, tanpa saya sadari sudah membuat saya sering menahan pipis sebab malas bangun dan lebih memberatkan rasa kantuk. Yang seharusnya lancar malah ditahan. Padahal, ketika saya harus menahan pipis cuma menghasilkan rasa tidak nyaman dan menderita.

Sungguh konyol tindakan saya, keliru memaknai bahwa salah satu tujuan cukup minum air adalah agar pipisnya lancar. Pipis yang lancar cuma menghasilkan kelegaan semata. Perhatikan perubahan mimik muka kita setelah pipis, pasti wajah yang penuh syukur karena lega. Kelegaan yang justru sering saya tolak begitu saja. Jangan-jangan, rasa tidak nyaman dan derita hidup yang sering saya rasakan, juga cuma karena saya keliru memaknai. 


Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar