Senin, 18 November 2013

Buatlah Semua Orang Merasa Penting

Ada seorang kepala sekolah salah satu SMK di Pekanbaru, Riau yang selalu memotivasi siswa-siswanya. Beliau juga mengajak seluruh karyawan sekolah untuk terlibat dalam kegiatan itu. Salah satunya adalah dengan menuliskan kalimat motivasi masing-masing, kemudian dicetak, dibingkai dan digantungkan di selasar menjadi hiasan yang indah. Tidak hanya untuk memotivasi siswa-siswanya saja tapi juga untuk semua orang yang membacanya. Dan yang paling penting untuk dicatat, tidak satu pun kalimat-kalimat itu berasal dari motivator-motivator terkenal, murni berasal dari mereka sendiri. Salah satu yang hendak saya bahas adalah hasil tulisan dari seorang guru akutansi “ Anggaplah semua orang penting, bila Anda ingin dianggap penting ”.


Pertanyaannya, siapakah orang yang tidak ingin dianggap penting ? Tidak ada seorang pun di dunia yang tidak ingin menjadi seseorang dan dianggap penting. Maka, membuat orang lain merasa penting adalah salah satu syarat dalam membina hubungan yang baik dengan orang lain, bahkan menjadi kewajiban mutlak bagi seseorang yang berkecimpung dalam bidang penjualan atau pelayanan pelanggan. Saya sangat kagum dengan salah seorang tokoh dunia yang senantiasa memberi contoh bagaimana berperilaku yang membuat semua orang merasa penting.

Buku Leadership Lessons From Nelson Mandela, karya Martin Kalungo-Banda, dipenuhi cerita tentang pujian pribadi dari orang-orang yang telah menyaksikan pemimpin mereka, Nelson Mandela,  sosok yang rendah hati, sangat terkenal, sangat menghargai orang lain dan dikagumi banyak orang. Salah satu kisah yang saya sukai adalah mengenai Peter seorang pebisnis yang diundang oleh Presiden untuk datang kerumahnya dan sarapan bersamanya. Di hari pertemuan mereka, Peter mengenakan pakaiannya yang terbaik dan meminta Dumi, salah satu sopir perusahaan mengantarkannya ke rumah Mr.Mandela. Yang membuat Peter terkejut, sang tuan rumah sudah menantinya di lapangan parkir.

Peter masih ingat, katanya “ Dengan hangat ia menyapa supir itu dan saya. Kemudian kami dipersilahkan masuk, tetapi menurut etika perusahaan, sopir harus kembali dengan sopan dan menunggu di mobil. Ketika mau mengajak sarapan, Mr.Mandela seperti mencari sesuatu dan bertanya, “ Peter, kukira kalian berdua.”
Saya pun menjawab,” Tidak, Pak, saya datang sendirian.”

“ Bagaimana dengan bapak yang satunya,” ia bersikeras.

Saya menjawab,” Tidak, Pak, ia hanya sopir. Ia menunggu di mobil.”

Saat itu Mr.Mandela berdiri dan keluar menuju mobil saya. Ia memperkenalkan dirinya pada si pengemudi itu dan memintanya ikut sarapan bersama kami. Mr.Mandela kemudian berjalan ke dapur dan berkata,” Dumi akan sarapan bersama kami, tolong ambilkan piring lagi.”

“ Saya tidak akan pernah melupakan apa yang Mandela lakukan. Demikian pula Dumi,” Peter mengakhiri ceritanya.

Sahabat-sahabatku yang luar biasa,

Saat seorang pemimpin belajar melihat kepribadian yang ada di balik jabatan yang terlihat rendah itu, mereka yang melakukan pekerjaan itu akan merasa dihargai, dan menemukan cakrawala baru dalam kehidupan mereka. Lihat mereka sebagai sebuah pribadi, bukan hanya sekedar pekerja. Jika kita ingin orang-orang di sekitar kita, mau bekerja sama dan berhubungan baik, buatlah mereka merasa penting, dan lakukan itu dengan cara bersikap rendah hati. Semua pemimpin besar menghargai orang lain dan mereka membuat organisasi mereka menjadi lebih bernilai.

Jika Anda memperlakukan semua orang yang Anda temui seolah ia orang paling penting di dunia ini, Anda menyampaikan padanya bahwa ia adalah orang yang penting, bagi Anda. Miskin atau kaya, tinggi dan rendah, semua sama dimata Tuhan, tanpa terkecuali. Semoga bermanfaat, selamat beraktivitas.


Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.
Comments
6 Comments

6 komentar:

  1. jika kita menghargai org lain, maka org juga akan menghargai kita.

    BalasHapus
  2. Guruh Kurniawan ERTE ne. sampang18 November 2013 pukul 16.12

    sahabat2 ku seperjuangan .... kita adalah pelayan disadari or ga tanpa konsumen kita bukan apa apa .... siapa pun konsumen n dr golongan apapun kita wajib perlakukan dengan sebaik baiknya .... karena, kita untuk mereka n mereka untuk kita
    he he he ... Setuju Mbok ?

    BalasHapus
  3. saya sangat setuju sekali dengan p Han,
    \ketika dalam sebuah grup misalkan saya merasa diasingkan oleh yang lain, maka ketika itu juga saya menjadi minder tidak percaya diri bahkan untuk berbicara sekalipun, lama-kelamaan saya menjadi bosan dan tidak betah berada di dalamnya sehingga saya memutuskan keluar, tapi ketika ada salah satu diantara mereka memperdulikan saya, bahkan hanya sekedar mengajak ngobrol ringan, saya pun akan merasa senang dan merasa dihargai.

    BalasHapus
  4. Saya Setuju sekali dengan Kata Motivasi anggap siapapun penting bila kita ingin dianggap penting....pd dasarnya kita makhluk sosial yg sngat membutuhkan orang lain dalam berbagai hal...sehebat apapun kita,sepandai apapun kita,kita tdk akan lepas dari orang disekitar kita...kita akan sangat senang berdampingan dengan orang yg slalu menganggap keberadaan kita,selalu menganggap kita rekan kerja yg sgt dibutuhkan,menganggap kita bagian dari team yg sangat penting untuk mencapai tujuan yg akan dicapai...tapi selain itu kita juga harus yakin pd diri kita sendiri dengan slalu menanamkan rasa percayadiri dan memposisikan diri kita sebagai orang yg pantas dianggap penting oleh orang lain dengan kita tidak henti2nya slalu belajar dan belajar agar kita tidak tertinggal oleh orang lain....Hiduplah Lebih Luar Biasa Dari Hari Ini....

    BalasHapus
  5. Betul sekali Pak , Motivasinya Luar Biasa, Alangkah baiknya di suatu lingkup pekerjaan , terjadi hubungan kerja yang baik antara atasan dan bawahan, saling menghargai dan saling menghoarmati sesuai dengan Tugas dan Kewajibannya masing-masing. Salam Sukses, Hidup Luar Biasa ( Samun Samino SPBU Wangon )

    BalasHapus
  6. Mantap pak...saya akan mulai mencoba dari keluarga kecil saya...

    Salam Hidup Luar Biasa

    BalasHapus