Senin, 25 November 2013

Narsis

Setiap kali pada acara pesta wedding, kita pasti melihat para wanita yang hadir tampil istimewa dengan dandanan dan pakaian terbaik yang dikenakannya. Berbeda dengan para pria yang lebih banyak mengenakan batik dan beberapa berjas. Yang saya perhatikan adalah banyak wanita yang memanfaatkan momen ini untuk foto-foto kemudian di share ke teman-temannya, di upload ke bbm grup atau ke facebook. Sejak jaman “digital life” semakin mudah orang melakukan foto-foto karena selalu membawa camera di setiap handphone masing-masing. Orang-orang yang suka foto-foto diri sendiri untuk nampang, sering dikomentari “narsis.”


Istilah narsis ini, ternyata berasal dari nama Narsiscus seorang dewa yang berparas tampan menurut mitologi Yunani kuno. Karena menolak cinta seorang dewi, Narsiscus mendapat kutukan dari Dewa Apollo bahwa hingga akhir hidupnya tidak akan mengetahui tentang cinta manusia. Suatu saat, Narsiscus kehausan dan berhenti untuk minum di sebuah kolam yang airnya sangat jernih. Di tepi kolam, saat ia berjongkok hendak minum, ia melihat bayangan dirinya sendiri di atas permukaan air, kemudian ia jatuh cinta dengan bayangan dirinya yang tampan. Konon, akhirnya Narsiscus pun mati di tepi kolam tersebut.

Kesimpulannya, cerita di alinea pertama sebetulnya tidak tepat dikatakan sebagai narsis. Pengertian narsistik adalah istilah yang dipergunakan untuk orang yang terlampau mencintai dirinya sendiri, fokus pada dirinya sendiri, dan menikmati pujaan dari orang lain terhadapnya.  Orang-orang narsis mempunyai ciri-ciri senang menjadi pusat perhatian dan senang membanggakan diri sendiri secara berlebihan. Setiap kali, dia akan membicarakan tentang kehebatannya, tentang kelebihannya, dan mengharapkan orang lain memuji kehebatannya.

Bicara tentang orang narsis, saya teringat cerita tentang seorang veteran tentara yang mengaku sebagai orang yang berhasil menancapkan bendera merah putih di puncak gunung Jayawijaya, Papua pada jaman Dwikora tahun 1962. Ia senantiasa hidup dengan prestasi satu-satunya. Hampir kepada semua orang yang pernah ditemuinya, ia akan menceritakan kehebatannya itu. Ia menceritakan hal tersebut di pertemuan kampung, di acara hajatan, di acara arisan dan di acara apa pun hingga lama-kelamaan orang muak dan menghindar, karena yang dibicarakan hanya itu-itu saja dan dirinya sendiri.

Dalam dunia bisnis atau pekerjaan, orang-orang seperti ini bisa menjadi masalah besar bagi timnya.  Ia bisa menjadi pemimpin yang pelit dan jarang memberikan perhargaan bagi anggota timnya. Kalaupun memberi, ia mempunyai harapan agar semua orang memuji kebaikannya. Ia pun senang mengumbar prestasinya ke semua orang, dan memastikan ia adalah orang yang paling berkontribusi dan paling hebat. Namun, kadang kenyataan menunjukkan prestasinya tidaklah sebaik yang ia klaim.

Dengan seringnya berbagi cerita dan pengalaman, baik melalui blog maupun pada kesempatan memberikan training dan motivasi serta berinteraksi dengan banyak orang, membuat saya mendapatkan pujian dari sana-sini. Jangan-jangan membuat saya terlena dan lupa diri tanpa saya sadari. Jangan-jangan saya terkena syndrom narsis. Jangan-jangan saya menjadi terlalu membanggakan diri sendiri. Jangan-jangan saya menjadi sombong. Ampunilah dosa hamba-Mu, ya, Tuhan. Berikanlah selalu kerendahan hati, agar tidak menjadi manusia narsis.

Masih mau narsis, eh...masih mau foto-foto ? Kalau narsis, jangan, kalau foto-foto silahkan.


Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.
Comments
4 Comments

4 komentar:

  1. Wah...klo begitu kita semua harus berhati-hati nih dengan orang yang sukanya " Narsis "..

    Karena orang yang suka Narsis bisa masuk kategori orang yang mengidap " Gangguan Kepribadian ",.. ???

    Orang yang Narsis bisa diidentikkan sebagai orang yang memiliki rasa kepentingan diri yang tinggi dan dipenuhi khayalan-khayalan sukses bahkan saat prestasi mereka biasa saja...

    Nah...yang pasti apabila kita sebagai seorang pemimpin, jangan sampai kita menjadi pemimpin yang Narsis....

    tapi seperti Pak Han katakan, kalau sekedar foto-foto ...okelah...hehehe

    Salam Sukses....Hidup Luar Biasa

    BalasHapus
  2. saya malah suka takut liat foto sendiri....


    oMg... hha..

    narsis.com

    BalasHapus
  3. Narsis,seringkali diartikan: mengagumi diri sendiri.
    kalau hanya mengagumi ketampanan/kecamtikan diri sendiri, mgkn tdk terlalu menjadi masalah dlm pekerjaan.
    Tetapi kalau mengagumi diri sendiri dalam semua hal, maka akan menjadi org yg kurang menghargai org lain.
    Karena org yg seperti ini, hanya menganggap dirinya sendiri yg paling sempurna,
    Semoga sy tdk sampai menjadi narsis,,,he he he
    Salam sukses buat rekan2 semuanya
    Semoga semakin Hidup Luar Biasa..

    BalasHapus
  4. Guruh Kurniawan ERTE ne. sampang26 November 2013 pukul 16.07

    Pada alinea kedua :
    saya mau protes ah ma ... dewa apollo
    perikemanusiaan dong jangan mentang-mentang dewa bisa mengutuk manusia se enaknya.
    Mas Narsiscus kan dah resiko orang ganteng di cintai wanita ... hehehehe


    Kebanggaan pada diri sendiri sebaiknya kita simpan dalam lubuk hati kita saja
    sifat sombong muncul karena terlalu membanggakan diri sendiri pada setiap orang,
    ber Syukur aja lah bagi kita yang dah diberi kemampuan, kepandaian, kecerdasan, kesempatan, ketampanan, kecantikan dsb dan MANFAATKAN potensi yang ada untuk kebaikan ....

    sifat terlalau bangga pada diri sendiri atau sifat minder pada diri sendiri tentu akan berdampak negatif pada diri kita,
    untuk itu ....
    WASPADALAH ...WASPADALAH ...

    BalasHapus