Selasa, 10 Desember 2013

Mempertimbangkan Kemungkinan

Jika Anda secara alami adalah orang yang berpikir positif, yang sudah menerima cara berpikir yang mempertimbangkan kemungkinan, maka Anda mirip dan sejalan dengan saya. Tetapi banyak orang berpikir negatif dan sinis, mereka yakin dan beranggapan bahwa pemikir seperti kita bersifat naif dan bodoh.

Berhentilah memusatkan perhatian pada kemustahilan. Jika cara berpikir yang mempertimbangkan kemungkinan adalah hal baru bagi Anda, Anda harus berlatih untuk menyingkirkan dialog negatif dengan diri sendiri. Singkirkan saja pikiran negatif dari otak kita, maka yang tersisa sudah cukup baik.



Carilah kemungkinan positif dari setiap situasi, walaupun keadaannya tidak memungkinkan. Saya pernah membaca kisah mengagumkan yang menggambarkan bagaimana seseorang dapat menemukan kemungkinan positif dalam situasi apa pun. Ketika itu, Don Soderquist salah satu direktur Wallmart pergi bersama bosnya Sam Walton untuk membuka beberapa toko baru di Huntsville, Alabama.

Sementara mereka berada disana, Sam mengajak Don untuk mengunjungi toko pesaing mereka. Don bercerita seperti ini :

Kami memasuki salah satu toko, dan saya harus mengatakan bahwa toko ini adalah toko terburuk yang pernah saya lihat. Tidak ada pelanggan, sepi. Tidak ada pelayan, toko yang menyeramkan. Lorong-lorong disesaki barang dagangan, rak-rak kosong, benar-benar kotor. Sam berjalan ke satu arah dan saya kearah lain untuk melihat-lihat,  beberapa saat kemudian kami bertemu di ujung lorong dan ia bertanya,” Bagaimana menurutmu, Don ?” 


Saya menjawab,” Sam, ini benar-benar toko terburuk yang pernah kulihat. Maksudku, apakah kamu melihat lorong-lorongnya ?”

Ia berkata, “Apakah kamu melihat rak kaus kaki panjang ?”

Saya berkata, “ Tidak, aku pasti pergi ke lorong yang berbeda dari yang kau datangi, sehingga aku tidak melihatnya.”

Ia berkata lagi,” Itu adalah rak kaus kaki panjang terbaik yang pernah kulihat, Don. Aku tertarik dan meneliti nama pabrik peralatan itu, besok tolong kamu telpon pabrik itu dan suruh mereka datang untuk bertemu dengan orang-orang kita bagian peralatan. Aku ingin menaruh rak seperti itu di toko-toko kita.”

Dan kemudian ia melanjutkan bertanya,” Apakah kamu melihat kosmetika etnisnya ?”

Saya segera menjawab,” Sam, itu pasti tepat di samping rak kaus kaki panjang karena aku juga tidak melihatnya.”

Ia berkata,” Kita mempunyai kosmetika etnis cuma setinggi empat kaki, di toko ini setinggi dua belas kaki. Kita sungguh ketinggalan. Aku mencatat beberapa distributor dari beberapa produk itu, aku ingin kamu menghubungi mereka, supaya kita bisa memperluas kosmetika etnis kita.”


Pelajaran apakah yang kita petik dari Sam Walton ?

Memang mudah untuk pergi dan melihat hal buruk yang dilakukan oleh orang lain.Tetapi salah satu ciri visi kepemimpinan yang hebat yang ia perlihatkan patut kita contoh, yaitu mencari hal baik , melihat bagaimana dapat memperbaiki diri dan berusaha keras mencapai keunggulan. Ia begitu jeli melihat apa yang orang lain lakukan dengan baik dan berusaha menerapkannya.

Tidak diperlukan IQ yang jenius atau pengalaman dua puluh tahun untuk menemukan kemungkinan dalam setiap situasi. Yang diperlukan hanyalah sikap yang tepat, dan siapa pun dapat dengan mudah menumbuhkannya.

Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.
Comments
6 Comments

6 komentar:

  1. setuju pak han...tetapi kadang kala orang hanya memandang dari sisi buruknya saja..tidak mau memandang dari segi keseluruhanya dan yang terjadi perbuatan yang bagus dan positif tidak akan terlihat oleh orang yang punya pandangan buruk..

    Salam luar biasa..

    BalasHapus
  2. Selamat Sore INDONESIA,

    melihat keburukan orang lain memang lebih mudah, apalagi kalo tidak ada energi positif dalam diri kita, bahkan hal baikpun akan menjadi keburukan jika kita hanya memiliki energi negatif.
    cara berfikir dan sudut pandang seseorang juga dapat membantu dalam menemukan kebaikan diantara keburukan, seperti yang dilakukan oleh Sam Walton, beliau melihat sebuah toko yang buruk dengan sudut pandang yang berbeda dari sudut pandang Don Soderquist. Dengan cara berfikir dan sudut pandang yang positif Beliau dapat menemukan beberapa hal2 baik yang dapat dimanfaatkanya yang mungkin tidak dapat dilihat bahkan dianggap sebuah keburukan oleh orang lain.

    Terima Kasih, SALAM SUKSES.j

    BalasHapus
  3. semut di seberang samudra nampak, gajah di pelupuk mata tak nampak...

    melihat noda kecil pada sebuah kain putih lebih mudah dibandingkan melihat kain secara keseluruhan...

    BalasHapus
  4. Setiap orang mempuyai hak yang sama untuk menilai orang lain , tapi janganlah menilai orang lain dari sisi keburukannya atau kekurangan saja. karena belum tentu orang yang di nilai mempunyai keburukan atau kekurangan bukan berarti orang tersebut tidak mempunyai hal kebaikan.
    Kita harus bisa melihat kenyataan , bahwa di dunia ini tidak orang yang sempurna , pasti setiap orang mempunyai keburukan atau kekurangan hanya terkadang tidak mau dinilai atau di lihat oleh orang lain.
    Jika ada orang yang mau belajar untuk memperbaiki keburukan atau kekurangannya ,mau berusaha mencari solusi dan mau menerima masukan nasehat dari orang lain.......Bukan tidak mungkin orang tersebut akan mendapatkan hasil yang positif , yaitu hasil perbaikan yang dapat memperbaiki kualitas hidupnya.
    Salam Sukses,Hidup Luar Biasa ( Samun ,SPBU Wangon )

    BalasHapus
  5. Guruh Kurniawan ERTE ne. sampang11 Desember 2013 pukul 08.31

    Tetap fokus dan selalu berpikir positif seburuk apapun keadaan kita ...



    BalasHapus
  6. di setiap keadaan dan kejadian apapun, selalu bisa kita lihat sisi positifnya.

    Berpikir positif, menuju Hidup Luar Biasa

    BalasHapus