Sabtu, 05 Juli 2014

Matahari Terbit


Salah satu kelebihan dari hotel yang akan segera saya bangun adalah mendapatkan view laut karena lokasinya hanya berjarak dua ratus meter dari pantai. Agar dapat menikmati pemandangan matahari terbit di pagi hari, maka hotelnya harus bertingkat cukup tinggi. Rencananya akan dibangun delapan lantai dengan kolam renang di atapnya.

Seandainya Anda menginap di salah satu kamar yang menghadap ke pantai tapi Anda menempati salah satu kamar di lantai dua atau tiga, mungkin pemandangan Anda masih terganggu. Mungkin  Anda akan mengatakan bahwa tidak ada laut di sebelah sana, hanya semak-semak atau bangunan gedung lainnya yang tampak.

Tapi ketika Anda menempati kamar di lantai tujuh atau delapan yang paling atas, maka Anda akan benar-benar melihat pemandangan yang indah, semburat merah sang mentari yang muncul di ufuk timur serta bentangan samudra yang luas.  Anda memiliki pandangan yang lebih luas dibandingkan ketika berada di lantai tiga.

Orang yang tinggal di lantai tiga terjebak oleh anggapan bahwa pemandangan yang dia lihat benar-benar terbatas. Dia beranggapan bahwa apa yang dia saksikan adalah  satu-satunya pemandangan yang ada. Logika tidak akan mampu masuk ke dalam pikiran orang yang mengandalkan anggapan yang keliru dan tidak mau mencari fakta-fakta.

Ilustrasi di atas menggambarkan bagaimana kita harus meningkatkan cara pandang. Janganlah mati-matian bertahan tinggal di lantai bawah, jika yang terlihat hanya pemandangan yang amat terbatas. Ironisnya, banyak orang belum memperoleh pandangan yang cemerlang tentang ‘kebenaran’ yaitu  kehidupan nyaman yang dapat kita nikmati.

Sesungguhnya yang harus kita lakukan adalah berteman dengan pikiran kita sendiri. Mencermatinya  secara tenang dan memahami pikiran secara jelas, sehingga akan meningkatkan cara pandang kita atas realitas. Kita melihat semua apa adanya tanpa penilaian moral, serta tanpa penolakan atau pun penerimaan.

Selama berhari-hari sebuah kapal dagang berlayar tenang menuju Hindia Barat. Karena banyaknya kawanan perompak di perairan itu, seluruh awak kapal merasa takut dan khawatir tatkala melihat ujung tiang kapal lain. Mereka meminta kapten untuk menghindari kapal itu, tetapi seorang petugas menjawab, “ Mari kita lihat lebih dekat.”

Usul itu sungguh bijaksana dan menguntungkan. Kapal yang disangka milik kawanan perompak itu ternyata kapal yang ditugaskan untuk mengawal dan mengantarkan kapal dagang tersebut menuju pelabuhan. Kita bisa melakukan hal yang sama, dengan tidak lari dari pikiran yang terlalu khawatir sehingga kita akan merasa aman dan tentram.

Kita bisa menjadi orang yang lebih bijak dengan pikiran yang terbuka. Karena cara pandang yang lebih tinggi hanya dapat dicapai dengan pikiran terbuka. Kita akan memahami apa yang semestinya dilakukan, sehingga kita bisa mendapatkan kekayaan mental seperti yang kita dambakan. Sekali kita sadar bahwa kehidupan kita lebih kaya secara mental, kita semakin mendekati ‘kebenaran’ atau ketentraman.

Sekali kebenaran tersingkap, kebenaran tak akan pernah musnah. Kebenaran akan selalu berada dalam diri kita, seperti melihat pemandangan indah semburat merah matahari terbit di pagi hari, keindahannya takkan terlupakan.


Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar