Selasa, 15 Juli 2014

Mengendalikan Rem


Suatu hari saya mendapat telpon seorang teman, yang kebetulan sedang bertugas di kota ini . Saya pun bergegas untuk menjemputnya ke hotel tempat dia menginap serta ingin mengajaknya makan di luar, cari tempat yang lebih santai untuk ngobrol setelah sekian lama tidak bertemu.

Segera saya nyalakan mobil di garasi, dan ketika saya coba injak pedal gas ternyata mobil tidak mau bergerak. Saya periksa apakah rem tangannya dalam posisi on, ternyata tidak. Saya coba menginjak pedal gas lagi beberapa kali, mobil tetap tidak bergerak, roda seperti terkunci. Akhirnya saya putus asa dan memilih naik mobil yang lain untuk pergi.

Sedangkan mobil yang macet, saya minta bantuan teknisi bengkel mencari penyebabnya. Ternyata, setelah diperiksa dan dibongkar rodanya, masalahnya sepele yaitu sistim rem tangannya berkarat sehingga seperti mencengkram meskipun rem dalam kondisi bebas. Semua normal kembali seperti semula setelah dibersihkan karat-karatnya.

Kejadian ini mirip dengan diri kita. Ketika kita menginjak pedal gas untuk maju, tanpa kita sadari ada sistim rem yang menghambat kemajuan diri kita. Bisa jadi karena kita tidak sadar bila rem tangannya masih dalam keadaan on, atau seperti kasus tadi, rem yang bekerja tanpa kita tahu. Rem-rem ini bisa berupa ketakutan, pemikiran negatif, penundaan atau pun perasaan tidak layak, dan lain-lain.

Saya teringat cerita seorang petinju yang memiliki motivasi besar, meskipun sudah jatuh terpukul berkali-kali oleh Mike Tyson, bukan membuatnya menyerah tapi malah membuatnya semakin buas. Pada saat itu, Mike Tyson si leher beton adalah juara dunia tinju kelas berat yang sulit menemukan lawan yang seimbang, dia terkenal sangat ganas dan menakutkan bagi lawan-lawannya.

Selama pertandingan berlangsung, Douglas sang petinju itu berulang kali menerima bertubi-tubi pukulan telak dari Mike Tyson, yang membuatnya jatuh mencium kanvas. Namun setiap kali Douglas terjatuh, ia ingat peristiwa sedih  yang ia alami bagaimana ia diolok-olok sebagai gelandangan oleh teman-temannya, sehingga ia selalu bangkit lagi sebelum hitungan wasit berakhir. 

Semangat yang meledak di dalam diri Douglas membuat Mike Tyson lama-lama frustasi.  Meskipun jatuh terkapar tidak membuatnya menyerah, sehingga membuat Tyson kehabisan akal dan terkuras tenaganya karena terlalu banyak memukul. Dan pada gilirannya, Douglas melancarkan serangan balasan yang membabi buta melibas Tyson hingga menyerah. Malam itu adalah malam kemenangan bagi Buster Douglas.

Kemenangan itu menyiratkan makna bahwa ‘keinginannya yang kuat’ dapat mengalahkan rem-rem yang menghambat di dalam dirinya. Hidup tidak selalu menyajikan situasi yang ramah dalam menuju kesuksesan. Ketika Anda patah semangat, ingatlah bagaimana dia selalu bangkit dan bangkit lagi dan tidak menyerah. Anda harus mendorong diri Anda sedemikan rupa supaya dapat meraih yang ‘harus’  Anda raih.

Memang rem sangat dibutuhkan oleh kita untuk mengontrol laju dan kecepatan kendaraan supaya kita selamat saat berkendara. Namun kita memerlukan keahlian dalam mengendalikan rem supaya tidak malah menyulitkan kita. Kesuksesan bisa urung kita raih jika kita kerap kali menekan rem atau mengerem secara berlebihan. Kita harus dapat mengendalikan semua hal negatif yang mungkin menjadi penghalang  laju jalan kita menuju sukses. 

Periksa pula, siapa tahu ada rem yang selalu bekerja di dalam diri kita tanpa kita sadari, sehingga kita tidak bergerak maju ?


Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar