Selasa, 01 Juli 2014

Terpelajar


Dalam seminarnya, James Gawee mengatakan, “ Orang yang buta huruf di abad dua puluh satu bukan orang yang tidak bisa membaca dan menulis, melainkan orang yang sudah tidak mau belajar lagi.” Apakah Anda sudah tamat S1, S2, atau S3, kemudian tidak mau belajar lagi ? Hidup adalah sekolah seumur hidup.
Setiap hari kita harus mengamati yang terjadi di sekeliling kita. Kemanapun kita pergi, kita harus mengawasi perkembangan yang sedang berlangsung disana. Hal itu akan memperkaya kita dengan pengetahuan. Di dunia ini, banyak yang tidak mau belajar, mereka berdalih sudah dari sononya begitu. Hal itu tidak benar. Kalau kita bersedia belajar, otak kita akan menyesuaikan diri, bukan bisa atau tidak, tapi mau atau tidak. Yang penting hati dan semangat kita.

Melihat televisi, membaca buku, menjelajah internet juga akan memperkaya pengetahuan yang bermanfaat kalau yang kita lihat hal-hal yang positif. Makin rajin kita belajar semakin kita sadari bahwa pengetahuan yang kita miliki tidak ada apa-apanya. Coba Anda tanyakan pada mbah google maka Anda akan merasakan apa yang sudah Anda ketahui sangat minim. 

Siapapun yang berhenti belajar menandakan dia sudah tua, apakah ia berusia dua puluh tahun atau tujuh puluh tahun. Sama sekali bukan karena usia. Ada pepatah yang mengatakan, “ Kalau orang berhenti belajar, ia sudah mati walaupun masih hidup,” karena pentingnya kita belajar selagi masih dapat bernafas.

Saya sendiri sudah diatas setengah abad, tepatnya tahun ini lima puluh tujuh tahun dan, setiap hari masih belajar. Saya menyadari kalau saya masih mau menambahkan nilai untuk orang lain, saya juga harus membuat diri saya lebih bernilai. Apa yang mau saya berikan apabila kita tidak mempunyai apa-apa yang bernilai untuk diberikan ? Jawabannya, ya belajar, kapan saja, dimana saja dengan siapa saja.

Belajar ilmu pengetahuan seperti fisika lebih mudah, karena kita hanya menggunakan pikiran. Kita bisa menguasai dalam waktu yang singkat. Mengapa demikian ? Karena semua terjadi diluar diri kita dan terlihat. Namun, belajar tentang moral butuh waktu puluhan tahun karena pelajaran itu harus berada di dalam diri kita, harus menggunakan hati. Belajarlah dengan menggunakan pikiran dan hati. 

Dalam dunia yang penuh tantangan karena perubahan yang begitu cepat, satu-satunya cara untuk bertahan adalah dengan belajar terus menerus. Bergerak dalam bidang apa pun kita harus bergerak, harus belajar. Perusahaan atau pribadi yang tidak mau belajar, dapat dipastikan di ambang kematian alias hancur, hanya menunggu waktu.

Untuk mau diajar oleh orang lain maka kita perlu menjadi orang yang rendah hati. Kita sering merasa kedudukan kita lebih tinggi, lebih pengalaman dan lebih ahli, mengapa harus belajar dari orang yang lebih rendah dari kita ? Kita memakai syarat dengan melihat penampilan dan wajah orang yang mengajar sebelum mau menerima pelajarannya, padahal seharusnya tidak demikian.

Menjadi orang  terpelajar bukan karena menyandang gelar atau memiliki banyak gelar. Kalau kita mau diajar dan mau belajar, kita termasuk orang terpelajar. Tetapi terpelajar yang sesungguhnya adalah ketika kita tumbuh secara intelegensia dan moral menjadi orang yang berilmu, rendah hati, suka menolong, menunjukkan kasih dan perhatian kepada orang lain. 

Siapa pun dapat menjadi terpelajar, termasuk Anda. 

Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.


Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar