Kamis, 10 Juli 2014

Motif Dasar


Dalam salah satu hasil karyanya, Aristoteles berkata bahwa dibalik setiap motif manusia, ada sebuah motif lain lagi yang mendasari segalanya, yaitu ‘untuk menjadi bahagia’. Dan itu menjadi dasar suatu dorongan emosional yang memicu semua tindakan dan tingkah laku manusia. ‘Hasrat untuk menjadi bahagia’, merupakan salah satu motivator manusia yang paling kuat.

Berapa persen dari tindakan kita mengambil keputusan yang berdasarkan alasan rasional dan berapa persen yang didasari alasan emosional ? Pertanyaan menarik ini sering dilontarkan oleh para trainer kepada para peserta seminar dalam kelas marketing dan penjualan, dan kebanyakan dari mereka menjawab 80/20 atau 90/10.

Menurut Brian Tracy, manusia bertindak 100 persen secara emosional. Manusia, termasuk kita, memutuskan secara emosional dan kemudian membenarkan secara logika. Kita membuat keputusan dengan spontan, kadang dengan pandangan sekilas atau sepotong informasi, lalu kita menghabiskan waktu berjam-jam atau hari menopang keputusan tersebut dengan pembenaran-pembenaran logis.

Alasan orang membeli sesuatu adalah mereka merasa bahwa mereka akan lebih bahagia setelah membelinya, apa pun barang itu. Keputusan untuk membeli biasanya merupakan antisipasi terhadap bagaimana perasaan mereka nantinya setelah membeli, apakah akan lebih bahagia atau tidak.

Dapat diambil kesimpulan, apabila Anda berbisnis, harus memiliki tujuan membuat ‘pelanggan lebih bahagia’. Ini yang harus Anda capai pada setiap pelanggan agar mereka setia, membeli dan membeli lagi dari Anda. Buatlah para pelanggan Anda lebih bahagia dibandingkan jika ia membeli dari orang lain. Kebahagiaan, kata kuncinya.

Demikian juga ketika Anda menjadi pemimpin perusahaan atau organisasi, jawablah pertanyaan ini, “ Bagaimana Anda dapat memperoleh kontribusi terbaik dari setiap orang yang menjadi bawahan Anda ?” Jawabannya sama, “ Buatlah mereka bahagia “.

Lakukanlah dengan benar, mulai dari awal proses perekrutan hingga ke langkah akhir masa pensiun. Mereka harus bahagia bersama Anda, dengan pekerjaan mereka, rekan kerja mereka, lingkungan kerja mereka dan dalam interaksi mereka dengan pelanggan, pemasok atau siapa saja sehingga segala hal yang mereka kerjakan berdampak maksimal bagi perusahaan Anda.

Sesungguhnya, ‘membuat mereka bahagia’ adalah sangat sederhana dan mudah dilaksanakan. Yang penting Anda mau menerapkan aturan ini di dalam seluruh tindakan Anda,“ Perlakukanlah orang lain seperti Anda ingin diperlakukan.” Prinsip ini sangat sederhana dan menjadi pegangan sebagian besar ajaran agama.

Tantangan sesungguhnya, bukan karena kita tidak mengetahui apa yang harus dilakukan. Siapa pun tahu dengan tepat apa yang harus dilakukan, hanya masalahnya mungkin kita lupa melakukan hal-hal yang membuat orang bahagia. Lalai karena perhatian kita teralihkan oleh hal-hal lain, menolak melakukannya karena menganggap kurang penting dan yang terparah membuat orang lain menjadi tidak bahagia, akibat tindakan yang tidak kita sadari.

Dengan mengetahui motif dasar manusia lalu memahami mengapa dan bagaimana orang berpikir dan bertindak, maka Anda memahami bagaimana mengembangkan diri Anda menjadi pribadi yang mengerti bagaimana memunculkan potensi terbaik dari diri Anda dalam segala hal yang Anda lakukan terhadap orang lain. Buatlah mereka lebih bahagia ketika berhubungan dengan Anda, siapa pun orang itu.

“Anda tidak akan dapat membahagiakan orang lain, apabila Anda sendiri tidak berbahagia.”


Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar