Kamis, 17 Juli 2014

Rasa Ingin Tahu


Suatu ketika saya mendengarkan seorang teman bercerita tentang anak gadisnya yang mempunyai seorang pacar baru. Sebagai orang tua, kita tentu was-was dan ingin tahu lebih banyak tentang pria yang ingin berhubungan dekat dengan putrinya. Demikian juga dengan teman saya tadi, ia berusaha memantau lebih jauh dengan siapa putrinya bergaul. Namun ketika ia menanyakannya, dianggap berlebihan sehingga si anak berkata, “ Kepo amat siy.”  

Pertama mendengar istilah ini, terus terang saya agak geli, ada-ada saja. Mungkin maksudnya ‘kek polisi’ atau seperti polisi, yang suka menginterogasi tersangka. Memang rasa ingin tahu merupakan ciri khas manusia. Rasa ingin tahu pada anak-anak justru harus kita pelihara karena berguna bagi perkembangan anak itu sendiri. Mereka banyak bertanya, mencoba-coba hal baru dan lain-lain.

Jika rasa ingin tahu itu bersifat negatif memang bisa merugikan atau tidak ada gunanya, maka lebih baik kita menghentikan atau membuang kebiasaan buruk ini. Misal, kebiasaan ingin tahu tentang gosip, rahasia pribadi orang lain atau hal-hal lain yang tidak perlu. Namun, bila kita mempuyai rasa ingin tahu yang positif, pasti akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi diri kita. 

Pikiran manusia terus menerus terdorong untuk mengetahui banyak hal, sering melampaui batasan yang ada, guna mencari jawaban. Kita bisa memanfaatkan rasa ingin tahu kita dengan menghubungkannya pada bidang pekerjaan kita. Mencari tahu berapa banyak cara yang bisa ditempuh untuk mencapai target finansial, seberapa banyak cara yang lebih praktis dan efisien atau seberapa banyak teknik baru yang dapat digunakan, dan sebagainya.

Setiap kali bepergian, saya selalu melihat hal-hal baru yang dilakukan orang. Ketika saya masih menggunakan cara manual menuliskan nota penjualan dengan pena, orang lain sudah menggunakan scanning barcode pada kasir. Dan sekarang bila Anda makan di restoran modern, pramusaji cukup mengetikkan pesanan Anda pada ipad yang mereka bawa. Bahkan kita dapat memilih menu dengan menggunakan layar sentuh di meja makan yang kita tempati pada beberapa restoran terbaru.

Para pemimpin perusahaan bisa meningkatkan keuntungan atau laba dengan tidak henti-hentinya mencari tahu kelemahan kinerja perusahaan mereka lalu memperbaikinya secara terus menerus. Anda juga dapat melakukannya apa pun bentuk usaha Anda. Temukan cara yang tepat dan bijkasana untuk mengatasi masalah yang Anda hadapi. 

Cari tahu terus titik kelemahan urusan keuangan Anda. Pusatkan perhatian dan usaha yang sungguh-sungguh untuk membuatnya berhasil. Selanjutnya cari titik kelemahan urusan lainnya, atasi dengan cara yang sama, maka tingkat efisiensi Anda secara keseluruhan akan meningkat dengan cepat.  Rasa ingin tahu merupakan salah satu dari dorongan mental yang dapat kita manfaatkan sebaik-baiknya. 

Terus mencari tahu mengapa orang-orang bisa sukses, sementara yang lainnya tidak bisa atau gagal, membuat saya belajar dan terus belajar agar dapat menemukan sebuah formula sukses yang paling praktis dan sederhana yang dapat diterapkan oleh banyak orang. Pergunakan rasa ingin tahu Anda sebagai 'kekuatan' untuk terus mengembangkan diri Anda menjadi pribadi seperti yang Anda inginkan.

Mengejar jawaban pada rasa ingin tahu Anda adalah salah satu kunci sukses. Seperti kata Einstein, “ Saya tidak memiliki bakat khusus. Hanya selalu menikmati rasa ingin tahu saja.”


Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar