Rabu, 23 Juli 2014

Menerawang Hari Esok


Ada sebuah kisah tentang seorang perjaka yang menemui seorang peramal gipsi sebab ingin mencari gadis pirang bermata biru yang bersedia diajaknya berbagi, mendayung bahtera rumah tangga. Sang gipsi memutar-mutar bola kristal dan mengucapkan kalimat yang penuh teka-teki, “ Berjalanlah ke hutan sampai kau menemukan air terjun. Ikuti aliran air itu sampai menemukan sebatang pohon oak. Beristirahatlah di bawah pohon itu dan kau akan menemukan apa yang kau cari.”

Sejam kemudian, perjaka itu kembali dengan kelelahan dan menemui sang gipsi sambil mengeluh,” Apa yang salah dalam ramalanmu ? Sama sekali tidak ada gadis rambut pirang di sana !”

“ Apakah kau menemukan hutan ?” tanya sang gipsi.
“ Ya.”
“ Apakah menemukan air terjun ?”
“ Ya.”
“ Apakah menemukan pohon oak ?”
“ Ya.”


“ Baik,” ujar peramal gipsi dengan tertawa riang,” Tiga dari keempat tamuku memperoleh hasil lebih baik.”

Perjaka itu meyakini perkataan si peramal, maka dia terus mencari dan akhirnya menemukannya. Dia memperkirakan cepat atau lambat pencariannya pasti akan berhasil dan menemukan gadis yang dicarinya. ‘ Dia menciptakan ramalannya sendiri ’
                                                                                                
Orang selalu tertarik pada masa depannya sendiri. Layaknya seorang pendaki gunung, dia akan selalu ingin mengetahui ada apa di kelokan selanjutnya. Pendaki gunung menyadari bahwa dengan melihat sepintas satu dua langkah ke depan, dia bakal sanggup melakukan sesuatu saat itu untuk mengubah masa depan agar sesuai harapannya. Dia memang betul-betul sanggup melakukannya hanya dengan mencermati apa yang berada di hadapannya.

Dan kita pun akan dapat meramal masa depan sendiri apabila kita mau mencermati apa yang ada di hadapan kita, sebagaimana para ilmuwan meramal cuaca dengan mengamati sifat angin dan awan. Sama sekali tidak sulit bagi kita meramalkan apa yang bakal terjadi pada beberapa hari atau pekan mendatang. Kita bisa meramal apa yang bakal kita rasakan, menggembirakan atau menjengkelkan. Kita dapat memperkirakan apakah usaha kita bakal menuai keuntungan atau tidak. Hubungan kita dengan orang lain, juga dapat diamati dengan tepat, baik menyenangkan atau pun tidak.

Terus bagaimana caranya ? ‘Mengamati diri sendiri’ itulah bola kristal ajaib Anda. Apapun yang Anda alami di masa lalu akan berlanjut terus, dan bila tidak dirubah, Anda tahu ramalan masa depan Anda sendiri. Berita baiknya adalah, jika Anda tidak suka dengan ramalan sendiri, Anda bisa menggantinya sesuka hati. Bagaimana bisa ?  Karena masa depan Anda senantiasa tergantung pada upaya-upaya Anda.

Untuk mengubah masa depan, ubahlah diri sendiri. Anda tidak akan dapat mengubah ramalan Anda, kecuali kalau Anda bersedia mengambil tindakan penting yang bakal mengubah segalanya berjalan sesuai harapan. Upaya apa pun untuk mengubah masa depan Anda tanpa mengubah terlebih dahulu ‘karakter’ Anda hanya akan menghasilkan kekecewaan dan kebingungan. Tak ubahnya memaksa ulat untuk terbang. Ulat tidak akan mampu terbang, kecuali ia bermetamorfosis menjadi seekor kupu-kupu.


Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar