Jumat, 14 Maret 2014

Apakah Fokus Anda ?

Seorang anak berusia tujuh tahun memiliki kegemaran makan ikan bandeng goreng. Seperti kita tahu bahwa ikan bandeng adalah ikan yang lezat, namun mengandung tulang-tulang halus di sekujur tubuhnya dan hal ini sangat berbahaya bagi anak kecil. Setelah sang ibu memisahkan daging dari duri-duri ikan, barulah ia memberikannya kepada sang anak. Itulah yang selalu dilakukan agar si anak dapat memakannya dengan lahap.


Pada suatu ketika, sang ibu tidak memisahkan daging dan duri ikan, tapi ia memberikan langsung kepada si anak, dengan tujuan agar si anak mau belajar. Setelah si anak mencoba beberapa lama untuk memisahkan duri-duri ikan dari daging, akhirnya ia putus asa. 

“ Saya tidak bisa makan Bu, banyak sekali durinya,” ujar si anak.

Sang ibu dengan tenang menjawab, “ Nak, kamu coba lihat banyak mana daging dan durinya ?

“ Banyak dagingnya Bu, “ timpal si anak.

“ Nah, kamu tahu mengapa kamu tidak bisa ? Itu karena kamu terlalu fokus pada durinya bukan pada dagingnya.”

Sikap kita sangat menentukan bagaimana cara pandang kita terhadap sebuah persoalan. Bagi orang-orang positif, suatu masalah dapat menjadi titian tangga menuju keberhasilan. Orang-orang positif selalu menjadikan setiap masalah sebagai pelajaran berharga yang akan semakin mendekatkan mereka dengan kesuksesan. Sementara itu, bagi orang negatif, suatu masalah bisa menjadi tembok penghalang dan batu sandungan. Sesungguhnya kedua-duanya benar, hal yang membedakan adalah cara pandang masing-masing terhadap suatu permasalahan.

Anda mungkin pernah mendengar cerita tentang seorang anak kecil yang mengalahkan raksasa. Di suatu desa ada seorang raksasa yang kebiasaannya adalah menakuti dan menculik anak-anak kecil sebagai mangsanya sehingga seluruh penduduk desa resah dan ketakutan.  Suatu ketika datanglah seorang anak muda dari desa lain yang memiliki tubuh kurus dan tidak terlihat memiliki kekuatan. Mendengar cerita tentang raksasa jahat, si pemuda bertanya,” Mengapa kalian tidak membunuh raksasa itu ?” Dengan mimik ketakutan penduduk desa menjawab,” Bagaimana kami bisa membunuh, ia terlalu besar untuk dipukul.” Dengan senyum percaya diri sang anak muda langsung menimpali,” Ia tidak terlalu besar untuk dipukul, tetapi ia terlalu besar untuk lolos dari pukulan kita.” Singkat cerita, konon sang anak muda dapat mengalahkan sang raksasa dengan sebuah ketapel dan beberapa buah batu.

Saya harap Anda menangkap pesannya, bahwa meraih apa yang Anda inginkan dalam kehidupan ini tidaklah menuntut formula ajaib atau unsur-unsur rahasia. Sukses bukanlah sulap atau kepandaian bersilat lidah melainkan belajar fokus. Fokuslah kepada apa yang efektif ketimbang yang tidak efektif. Tetapi banyak orang masih fokus pada hal-hal yang keliru. 

Mereka-mereka yang hidupnya pas-pasan setiap bulannya, belum mempelajari bagaimana meraih kepandaian dalam soal keuangan. Mereka fokus pada pembelanjaan ketimbang meraih dasar yang kuat untuk masa depan. Mereka yang kariernya mentok dalam suatu pekerjaan karena mereka tidak fokus pada bidang-bidang dimana mereka cemerlang. Dalam persoalan kesehatan pun mereka kurang sadar, mereka yang punya masalah dengan obesitas atau kegemukan, karena mereka fokus kepada terlalu banyak makan dan olahraga terlalu sedikit. 

Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.


Comments
3 Comments

3 komentar:

  1. Prihal bandeng saya juga suka dengan bandeng dari kecil kalau ayah ke pasar pasti beli bandeng hanya saja bandeng yang saya makan adl bandeng presto jadi duri-durinya lunak, hhe
    Betul apa yg di sampaikan pa Han Soal cara pandang seseorang dalam menyikapi sesuatu, terkadang kita melihat sesuatu ini sama dengan apa yang orang lain lihat, sudah tahu kubus punya banyak sisi, mengapa hanya melihat dari sisi depan saja, coba kita lihat dari sisi lainnya mungkin saja kita dapat melihat suatu yang berbeda di sana. Begitu juga dalam kehidupan.
    Salam sukses , Hidup luar biasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jaman saya kecil belum ada bandeng presto, hehehe.... Semoga menginspirasi.
      Salam Sukses, Hidup Luar Biasa.

      Hapus
  2. Dari artikel diatas mengajarkan seseorang untuk belajar mandiri juga,,,he....he..

    Salam Sukses hidup Luar Biasa.

    BalasHapus