Jumat, 28 Maret 2014

Waspadalah Terhadap Penolakan yang Samar


Pernahkan Anda menyajikan ide di hadapan sekelompok orang yang tampak menyukainya namun belakangan baru tahu kalau beberapa di antara mereka tidak mendukungnya, padahal mereka tidak mengajukan keberatan awalnya ? Saya pernah.

Setelah saya ambil pensiun dini dari Pertamina, saya hijrah ke Jakarta untuk membuka bisnis variasi mobil, patungan dengan adik-adik di sebuah ruko kontrakan, daerah Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Berjalan dua tahun, bisnis kami maju pesat sehingga saya berani memutuskan meninggalkan Jakarta untuk mengerjakan yang lain di Cilacap. Saya hanya memantau perkembangan dari jauh.

Pada tahun ke empat, bisnis tersebut semakin hebat sehingga saya memberikan ide membuka cabang baru di Jakarta Selatan. Tampaknya mereka setuju, tetapi mereka yang harus mengeksekusi ide ini - karena saya di Cilacap , justru tidak menaruh hati sungguh-sungguh. Pada akhirnya mereka mengambil keputusan lain, sehingga kami tidak mampu mengembangkan bisnis itu.

Anda harus ingat, menyampaikan rencana Anda saja tidak cukup. Anda harus menindaklanjuti dengan mengendus adanya “ penolak yang samar “, yaitu orang-orang yang tidak terlalu suka konflik dan tidak ingin menyuarakan penentangan namun seiring waktu dapat membunuh langkah Anda.

Saya memetik pelajaran itu bahwa perlu adanya kepastian kami memiliki keselarasan tujuan. Dan untuk mengendus para penolak yang samar, mulailah dengan tiga langkah berikut :

Bagikanlah kebenaran. Bantu mereka memahami alasannya. Jangan hanya memberitahukan apa yang ingin Anda lakukan. Jelaskan juga alasan di balik rencana itu. Alasanlah yang paling mampu melibatkan orang lain.

Mintalah masukan. Tunjukkan Anda mendengarkan. Ajukan pertanyaan langsung berdasarkan apa yang Anda ketahui tentang mereka serta tunjukkan Anda mendengarkan dan menghargai pendapat mereka. Jika Anda tidak setuju dengan penilaian mereka, beritahukan alasannya. Jika Anda setuju dengan kekhawatiran seseorang namun belum menemukan jawaban yang tepat, katakan “ Saya akan luangkan waktu lebih banyak untuk menyimak kembali masalah yang dikhawatirkan tadi, dan saya harap Anda mau membantu memikirkannya.” Jika Anda mengembangkan rencana itu dengan ide orang lain, pujilah mereka.

Tanpa keterlibatan, tidak ada komitmen. Libatkanlah mereka, jika tidak mereka tidak akan pernah berkomitmen meraih tujuan itu. Bayangkan kalau setiap kali Anda diminta melakukan sesuatu tapi tidak pernah dimintai pendapat. Anda pasti merasa tidak terlibat dan menjadi bagian dari hal itu.

Mengupayakan keselarasan sangat penting. Pastikan tim Anda tahu apa yang harus dilakukan, bagaimana cara melakukannya, dan yang terpenting mereka tahu alasan untuk melakukannya. Memberi tahu apa yang dilakukan melibatkan kepala mereka. Memberi tahu bagaimana cara melakukannya, melibatkan tangan mereka. Dan mengatakan mengapa mereka melakukannya melibatkan hati mereka. 

Dengan melibatkan hati mereka, memungkinkan Anda membangun hubungan emosional. Melalui hubungan emosional itulah Anda akan mendapat keselarasan terbaik.

Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.


Comments
2 Comments

2 komentar:

  1. Penolakan Samar sering saya alami dan pernah saya lakukan...pada intinya...setelah saya dalami penolakan samar ini sebenarnya karena kurangnya komunikasi dua arah,kurangnya pemahaman tentang hal yg dihadapi,bedanya sudut pandang dari dua kubu yang bersangkutan....mungkin jika kita mengeluarkan kebijakan, beritahukan dl pada seluruh yang bersangkutan dengan kebijakan itu..beri kesempatan seluas2nya untuk mengemukakan pandangan yang berbeda,pendapat yg berbeda,hasil analisa yg berbeda pada satu permasalahan/kebijakan yg dibuat...mungkin kita pernah membuat kebijakan tanpa kita melihat efek jangka panjang dari kebijakan itu...hanya melihat keberhasilan yg akan dicapai...tanpa mencoba merasakan bagaimana seandainya saya jadi orang yg akan melaksanakan kebijakan yg kita buat....Nah...disitulah baik buruknya,berhasil atau tidaknya,diterima secara ikhlas atau tidak semua kebijakan yg kita buat oleh rekan2 kerja kita..Sebuah kebijakan akan baik hasilnya jika kebijakan itu bisa membuat semua yg berkaitan dengan kebijakan itu merasa nyaman,merasa ikut memiliki kebijakan yg ada,dan melaksanakan kebijakan yg telah dibuat tanpa ada rasa tertekan sehingga hasilnya akan lebih Luar Biasa....Maaf Pak Han..kalau ada kata2 sy yg salah...Salam Sukses Hidup Luar Biasa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih masukannya dan telah berbagi dengan yang lain, mas Michelle. hPada saat saya menulis ini saya juga teringat dengan pertanyaan yang pernah Anda ajukan mengenai penolakan beberapa waktu yang lalu. Mungkin kasusnya tidak sama persis, dengan yang saya contohkan. Tapi mudah-mudahan tulisan ini dapat lebih memperjelas apa yang harus dilakukan untuk mewaspadai penolakan samar yang akan menghambat keberhasilan yang kita inginkan.

      Salam Sukses, Hidup Luar Biasa.

      Hapus