Rabu, 19 Maret 2014

Memanfaatkan Sifat Tidak Mau Rugi

Konsep ini diambil dari gagasan seorang pemenang Hadiah Nobel. Selama bertahun-tahun Daniel Kahneman dan para ekonom perilaku lainnya menunjukkan bahwa manusia memiliki kebiasaan khusus yang ganjil dan telah mendarah daging dalam diri kita. Yaitu kita lebih termotivasi untuk menghindari kerugian daripada mendapatkan keuntungan yang sepadan.

Kecenderungan memberikan penghargaan lebih tinggi pada kerugian dibandingkan keuntungan dikenal sebagai “ sifat tidak mau rugi “. Bila kita cermati, sifat ini telah memberikan banyak manfaat kepada kita. Bahkan hal itu membuat kita tetap hidup. Bayangkan mahluk jaman prasejarah yang mempertahankan buruan mereka ketimbang ancaman serangan harimau.

Kita memberi perhatian lebih besar pada potensi kerugian apa pun. Hampir sembilan puluh persen usaha cucian mobil menggunakan sistim komisi, gaji kecil hanya empat puluh persen dari UMR (upah minimal regional), ditambah insentif per mobil yang masuk. Pemilik usaha jenis ini pada umumnya tidak mau mengambil risiko kerugian pada saat sepi dengan memberikan gaji tetap yang lebih besar.

Tidak demikian dengan usaha yang sama yang saya miliki. Saya berani memberikan upah tetap pada mereka seperti layaknya karyawan lain di dalam Gelora Gorup. Pertanyaannya, apakah saya tidak takut rugi pada saat usaha ini sepi ? Siapa yang mau rugi ? Justru karena sifat tidak mau rugi itulah yang kemudian saya manfaatkan untuk memotivasi diri berupaya bagaimana caranya supaya usaha ini jangan sampai sepi atau merugi. Tergantung bagaimana kita menyikapinya.

Seorang teman yang rajin ke sasana kebugaran bercerita,” Alasan terbesar saya datang minggu demi minggu adalah saya tidak tahan memikirkan membayar pelatih tapi tidak memanfaatkannya. Pikiran kehilangan uang memaksa saya kembali ke sasana ini.” Lagi pula istri saya melakukan hal yang sama. “ Ini hari Senin !” teriaknya. Apa maksudmu, kau tidak mau pergi berolah raga ? Kau sudah membayar untuknya !”

Tapi berhati-hatilah menggunakan prinsip ini, salah-salah kita bisa merugikan orang atau pihak lain. Seorang pengguna asuransi mobil yang tidak mau rugi, sengaja melempar batu hingga kena kap mesin dan memecahkan kaca mobilnya karena kacanya berjamur sulit dihilangkan. Pihak asuransi pun dirugikan harus mengganti kap dan kaca mobil. Konon katanya atas usulan bengkelnya, yang pasti bukan bengkel Oto Kits, hehehe....

Seorang karyawan menetapkan tujuan kuliah malam serta mengerjakan tugas setiap minggu. Dia sengaja membeli dua tiket nonton bioskop yang hanya boleh digunakan bersama pacarnya setiap kali mencapai tujuan. Katanya, “ Semua bantuan dan dorongan memfokuskan perhatian pada tujuan jangka panjang untuk memperbaiki karier saya. Namun kencan akhir pekanlah yang membantu saya tidak pernah bolos kuliah bangun pagi mengerjakan tugas, menyelesaikan kuliah dan akhirnya mendapatkan promosi.” 

Jadi, bagaimana Anda bisa menggunakan sifat tidak mau rugi ini untuk keuntungan Anda. Tempatkan sesuatu yang Anda pedulikan ke dalam risiko, pertaruhkan untuk keberhasilan Anda. Implikasinya pada perubahan pribadi cukup jelas. Jika menempatkan sesuatu yang Anda hargai pada situasi yang berisiko, Anda lebih mungkin berubah daripada hanya mengandalkan bonus, hadiah atau insentif lain. Untuk menghasilkan perubahan perilaku yang lebih baik, Anda bisa kombinasikan dengan beberapa metoda lainnya. 

Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.


Comments
2 Comments

2 komentar:

  1. Wah ini Bagus sekali Pak Han..? Kalau menurut saya ini tentang bagaimana kita mengarahkan SUDUT PANDANG kita ke hal yg positip dan yg tepat sasaran dan membentuk
    Pola Pikir yg sehat untuk kita tumbuh dan berkembang hingga bisa tercapai apa yg kita inginkan.Pola Pkir yg Sehat akan melahirkan Tingkah Laku atau Tindakan yg Sehat.
    Terima Kasih atas Petunjuknya Pak Han..? Salam Sukses dan Hidup Luar Biasa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, pak Rajiman. Komentar-komentar Anda memperluas pemahaman teman-teman dalam mengikuti inspirasi dari blog ini. Terus berkontribusi, semoga Tuhan memberkati.
      Salam Sukses, Hidup Luar Biasa.

      Hapus