Sabtu, 15 Maret 2014

Bila Kenyataan Tidak Sesuai Dengan Harapan


Belakangan saya aktif di facebook karena saya ingin berbagi hal-hal positif dengan banyak orang, terutama para karyawan dan para sahabat. Jadi hampir setiap hari saya membukanya, kemudian share a link artikel di blog saya.

Saya sempatkan juga untuk komentar dan membaca status teman-teman yang di facebook, ada yang lucu-lucu, ada yang positif tapi juga tidak sedikit yang statusnya negatif seperti mengeluh, menyalahkan, marah atau kecewa.


Dalam hidup pasti kita sering menghadapi situasi dan kondisi yang tidak sesuai dengan harapan kita. Memang tidak semua merespons negatif, sebagian orang menyikapinya dengan lebih bijaksana terhadap kejadian tersebut dengan mengambil hikmah dan mensyukurinya. Saya ingin berbagi bagaimana cara kita merespons ketika menghadapi situasi tersebut.


Yang pertama adalah dengan memiliki kendali terhadap hal yang dimaksud. Jadi, untuk segala sesuatu yang berada di bawah kendali Anda, Anda dapat melakukan apa pun yang diperlukan untuk membuat segalanya lebih baik.

Kalau berat badan Anda tidak sesuai harapan, Anda segera melakukan program diet. Kalau Anda sering terlambat bangun, belilah alarm untuk membangunkan Anda. Kalau Anda sakit-sakitan, Anda bisa segera merubah pola hidup Anda. Kalau Anda tidak percaya diri ketika berbicara di depan publik, segera ikut kursus public speaking.

Cara kedua, adalah menggunakan pengaruh Anda. Cara ini dapat Anda gunakan bila menghadapi segala sesuatu yang berkaitan dengan orang lain. Perilaku orang lain memang tidak dapat kita kendalikan, tapi dapat kita pengaruhi dengan cara berkomunikasi.

Kalau bawahan Anda sering terlambat ke kantor, Anda bisa memberikan umpan balik kepadanya agar ia mengubah perilakunya tersebut. Kalau atasan Anda mengeluarkan kebijakan baru yang tidak sesuai dengan keinginan Anda dan teman-teman maka Anda dapat menyampaikan aspirasi Anda tersebut dan berusaha memengaruhi atasan agar dapat meninjau kembali keputusan itu. Kalau pasangan Anda boros dan berperilaku semaunya sendiri, Anda dapat mengajaknya berdiskusi untuk memperbaiki sikapnya.

Cara ketiga, adalah menggunakan paradigma Anda. Cara ini dapat kita gunakan ketika cara pertama dan kedua tidak dapat kita lakukan, karena kita tidak memiliki kendali maupun pengaruh terhadap hal tersebut. Situasi ini kita siasati dengan mengubah cara pandang atau paradigma kita.

Bagaimana kita bisa menghadapi kenaikan harga barang-barang yang terus meroket? Bagaimana menghadapi lalu lintas yang semakin macet? Bagaimana menghadapi kejahatan yang begitu marak akhir-akhir ini? Kalau Anda penguasa negeri ini mungkin bisa melakukan sesuatu. Tapi kalau Anda rakyat biasa apalah daya kita untuk mengubah semua itu. 

Dalam situasi yang seperti ini yang bisa kita lakukan adalah mengubah paradigma dan mindset kita. Kita bisa menyiasati harga-harga yang meningkat dengan mengubah gaya hidup dan perilaku konsumsi kita. Kita bisa menyiasati kemacetan lalu lintas dengan berangkat lebih awal. Kita bisa menyiasati menghindari kejahatan dengan tidak terlalu sering keluar malam.

Jadi, ketika kita menghadapi situasi yang tidak dapat kita apa-apakan, yang harus kita lakukan adalah mengubah perilaku kita sendiri. Betul, situasinya tetap tidak berubah tetapi dengan mengubah diri kita maka dampak dari situasi buruk itu tidak akan memperburuk diri kita. Oleh karena itu apa pun yang terjadi, terimalah hal itu dengan lapang dada, kita berhak untuk selalu berbahagia. 

“ Jika tak mampu bersyukur atas apa yang kau peroleh, bersyukurlah karena hal yang tidak kau dapatkan “ Anonim


Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.
Comments
4 Comments

4 komentar:

  1. Terima kasih Motivasinya Pak HAN.
    Memang betul sekali Pak ...kita harus bisa menyesuaikan dengan situasi yang berhubungan dengan kita jika kenyataan tidak sesuai dengan yang kita harapkan. ,akan tetapi kita juga bisa berusaha semampu kita dan jangan menyerah sebelum berusaha.
    Setelah kita berusaha semampu kita ...apapun hasilnya harus kita syukuri. karena hal tersebut merupakan hasil dari usaha kita.

    Salam sukses .Hidup Luar Biasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, pak Samun. Mudah2an Anda bisa menyerap ilmunya.
      Salam Sukses, Hidup Luar Biasa.

      Hapus
  2. Masukan yg baik sekali Pak Han...sy mau tanya...sy mungkin udah terbiasa berbicara didepan orang banyak tapi kadang suatu ketika..saat sy bicara suatu permasalahan contohnya saat sy sedang memotivasi rekan2 kerja/memotivasi orang di RS dan sy mencontohkan pngalamn diri sy sering sy ngga bisa mengontrol diri sy dan sering terbawa perasaan sehingga akhirnya apa yg ingin sy katakan tak terucap sama sekali..gmn Pak cara mengatasinya...karena saya melihat Pak Han..kalo sedang memotivasi karyawan kontrol dirinya udah bagus...bagi2 resep ya Pak...maksih sebelumnya..SALAM SUKSES HIDUP LUAR BIASA.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Michelle, memang ada orang yang terlalu sensitif. Saya beberapa kali melihat Anda sering terbawa oleh perasaan tersebut. Sebetulnya apa yang Anda alami pasti terpola, artinya pada saat-saat tertentu perasaan tersebut muncul sehingga Anda tidak dapat menguasai diri. Cobalah dengan sedikit merusak polanya. Setiap kali pola tersebut akan muncul, Anda bisa obati dengan fisiologi. Itu bahasa kerennya. Sederhananya adalah dengan gerakan tubuh. Anda bisa coba misalkan dengan mencubit lengan sendiri, atau menjewer telinga. Carilah yang paling nyaman dan enak untuk Anda. Lama-lama pasti akan hilang dan Anda bisa tampil lebih baik dan lebih nyaman. Selamat mencoba. Jangan lupa sharingkan hasilnya.
      Salam Sukses, Hidup Luar Biasa.

      Hapus