Senin, 10 Maret 2014

Paling Sulit Memimpin Diri Sendiri

Jika kita jujur pada diri sendiri, kita akan mengakui bahwa orang yang paling sulit dipimpin adalah diri kita sendiri. Sesungguhnya orang tidak perlu khawatir atau cemas mengenai persaingan. Orang lain bukanlah alasan sebenarnya kekalahan mereka. Jika kita tidak bisa menang, adalah karena kita mendiskualifikasi diri kita sendiri. Mengapa demikian ?

Kita tidak melihat diri kita seperti kita melihat orang lain. Kodrat manusia tampaknya memberi kita kemampuan untuk menakar semua orang di dunia kecuali diri kita sendiri. Itulah sebabnya saya selalu menggunakan prinsip cermin, yang menasihatkan, “ Orang pertama yang harus kita periksa adalah diri kita sendiri.” Jika saya tidak dapat melihat secara realita siapa diri saya, apa kelemahan dan kekuatan saya, maka saya tidak akan mampu memimpin diri sendiri secara efektif.

Kita lebih keras terhadap orang lain ketimbang pada diri sendiri. Kita cenderung menilai orang lain menurut “perbuatan” mereka. Ini sangat lumrah. Namun, kita menilai diri sendiri menurut “niat” kita. Walaupun kita melakukan kesalahan, sering kita membiarkan diri kita lolos diri kesukaran. Kita sering terlalu lemah dengan membiarkan hal itu berlangsung berulang kali sebelum mengharuskan diri kita berubah. Karena mengetahui sulitnya menangani hal ini, saya berupaya memimpin diri sendiri lebih baik dengan cara seperti :

Belajar menjadi pengikut. Saya beruntung memiliki pengalaman sebagai karyawan dua puluh tahun sebelum menjadi seorang pemimpin. Sebelum menjadi seorang pengurus dalam olah raga cabang catur, saya pernah menjadi atlit selama puluhan tahun. Pengertian akan dunia tempat orang yang kita urus menjadi salah satu syarat dasar mengelola dengan baik. Menjalin hubungan baik dengan mereka juga menjadi sangat mungkin karena saya pernah menjalani posisi mereka. Belajarlah untuk menjadi pengikut yang baik, maka Anda akan menjadi pemimpin yang lebih rendah hati dan efektif.

Kembangkan disiplin diri. Tanpa disiplin yang kuat, saya tidak akan mampu mengurus diri saya  sendiri dengan baik. Untuk membuat keputusan yang baik secara konsisten, untuk mengambil tindakan yang benar ketika diperlukan, untuk menahan diri dari perbuatan yang salah, memerlukan disiplin diri dan karakter. Itu dimulai ketika kita bersedia melakukan apa yang harus kita lakukan, tidak peduli bagaimana perasaan kita tentang hal itu.

Latih kesabaran. Hanya sedikit perkara yang berharga di dalam hidup ini yang datang dengan cepat. Tidak ada yang disebut pendewasaan instan atau pembesaran instan. Memang kita terbiasa dengan yang serba instan seperti kopi instan, mie instan, bubur instan, namun menjadi seorang pemimpin tidak terjadi dalam semalam, harus melalui proses yang panjang. Dengan memahami hal ini, kita harus melatih kesabaran dalam menjalani proses itu.

Usahakan untuk bertanggung jawab. Tidak adanya keharusan tanggung jawab dalam kehidupan pribadi kita pasti akan menimbulkan masalah di dalam kehidupan kita di masyarakat. Memimpin diri sendiri berarti Anda harus memiliki standar tanggung jawab yang lebih tinggi daripada orang lain. Kesediaan untuk mencari dan menerima nasihat adalah indikator yang baik untuk tanggung jawab.

Thomas J. Watson, mantan ketua IBM, berkata,” Tidak ada yang membuktikan dengan begitu meyakinkan kemampuan seseorang untuk memimpin orang lain, seperti apa yang ia lakukan dari hari ke hari dalam memimpin dirinya sendiri.” Tepat sekali. Jika Anda dapat memimpin diri sendiri dengan sangat baik, maka Anda akan memperoleh hak untuk memimpin kerumunan yang lebih besar lagi. 

Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.


Comments
4 Comments

4 komentar:

  1. Memimpin diri sendiri merupakan kunci untuk memimpin orang lain, karena bukan pemimpin yang baik kalau belum bisa memimpin diri sendiri.
    Namun yang sering menjadi kendala yang membuat saya susah memimpin diri sendiri adalah karena adanya kompromi-kompromi dan tidak pernah ada punishment pada suatu pelanggaran dalam memimpin diri sendiri. Berbeda kalau memimpin orang lain, maka saya tidak kenal kompromi dan selalu ada hukuman terhadap suatu pelanggaran.
    Lantas apa yang bisa dilakukan untuk menyikapi perihal tersebut?
    Terima Kasih, Salam Sukses, Hidup Luar Biasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Anto, artikel diatas adalah pengalaman dan cara saya memimpin diri sendiri. Coba Anda baca lebih cermat kata demi kata kemudian resapi, mungkin akan membantu Anda. Andrie Wongso berkata, " Kalau kita lunak terhadap diri sendiri, dunia akan keras terhadap kita, Sebaliknya, jika kita keras terhadap diri sendiri maka dunia akan lunak terhadap diri kita." Semuanya kembali pada diri masing-masing. Semoga membantu.
      Salam Sukses, Hidup Luar Biasa.

      Hapus
  2. Motivasi Pak Han.. dapat memberikan suatu pembelajaran untuk dapat mengoreksi diri kita sendiri sebelum kita di koreksi oleh orang lain.
    Dan untuk belajar bagaimana diri kita untuk dapat bermasyarakat dan membuat diri kita juga di terima oleh orang lain.
    Terima kasih Motivasinya....Pak.

    Salam Sukses ,Hidup Luar Biasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih juga atas kesetiaan Anda berkomentar disini, pak Samun. Kalau bermanfaat, bagikan pada orang lain barangkali mereka juga membutuhkan. Semoga terus bermanfaat.
      Salam Sukses, Hidup Luar Biasa.

      Hapus