Rabu, 05 Maret 2014

Tidak Perlu Memahami Segalanya


Kalau Anda pelajari orang-orang yang berkuasa, akan Anda temukan bahwa mereka mempunyai pengetahuan yang memadai tentang banyak hal, tapi seringkali kurang menguasai detil usaha mereka. Mereka tahu bagaimana menggunakan apa yang prinsip tanpa perlu mengetahui setiap detilnya. Untuk dapat menggunakan sesuatu, kita tidak harus mengetahui segalanya.


Banyak teman yang menanyakan kepada saya tentang harga solar industri, harga elpiji, harga ban ukuran dan merk tertentu, ongkos angkut bbm, atau ketersediaan barang, saya pasti tidak mampu langsung menjawab, karena memang saya tidak tahu. Tetapi saya dapat memanggil orang saya yang menguasai, dan mampu menjawab apa yang mereka butuhkan secepat mungkin.

Kalau saya penasaran tentang sesuatu, misalkan ingin memahami cara kerja sebuah produk atau bagaimana sebuah produk dibuat, saya akan gunakan waktu ekstra untuk mempelajarinya. Tetapi saya selalu sadar, berapa banyak yang harus saya ketahui dan apa yang prinsip dan apa yang tidak prinsip.

Kita semua senang menyalakan pesawat televisi untuk menonton setiap hari. Tetapi saya berani taruhan bahwa seandainya saya minta Anda menjelaskan cara kerja televisi, Anda akan melongo atau paling banter memberikan jawaban yang kurang jelas. Orang sukses itu luar biasa pandai membedakan antara apa yang perlu mereka pahami dan apa yang tidak perlu.

Agar efektif menggunakan waktu Anda dan informasi di dalam blog ini, agar efektif menggunakan segalanya, seharusnya Anda temukan bahwa ada keseimbangan antara penggunaan dan belajar pengetahuan. Anda boleh saja menghabiskan seluruh waktu Anda mempelajari akar-akarnya, atau Anda bisa juga belajar memetik buahnya. Orang sukses belum tentu paling banyak informasinya, belum tentu paling tahu.

Suatu kali Henry Ford terlibat perkara dengan surat kabar Chicago Tribune, dan Tribune menyebut sebagai Ford Ignoramus (orang yang tidak tahu apa-apa). Ketika itu Tribune mengajukan pertanyaan sederhana, “ Siapakah Benedict Arnold ? Kapan perang revolusioner pecah ? dan lain-lain yang kebanyakan tidak dapat dijawab oleh Ford yang kurang berpendidikan formal.

Akhirnya ia sangat jengkel dan menjawab, “ Saya tidak tahu jawaban pertanyaan-pertanyaan itu, tapi dalam waktu lima menit saya bisa mendapatkan orang yang mampu menjawab itu.” Henry Ford tidak tertarik untuk memenuhi otaknya dengan informasi. Ia tahu kemampuan untuk mendapatkan informasi lebih penting daripada menggunakan pikirannya sebagai gudang fakta.

Mungkin banyak ilmuwan dan insinyur di Stanford dan Cal Tech yang lebih tahu soal sirkuit komputer daripada Steve Jobs atau Steve Wozniak, tetapi merekalah salah satu orang  yang paling efektif menggunakan apa yang mereka miliki sehingga merekalah yang memetik kesuksesan dengan hasil-hasilnya.

Telah saya temukan bahwa keyakinan menggunakan prinsip ini adalah salah satu yang memberdayakan orang untuk menggunakan lebih, berbuat lebih, mengambil tindakan yang lebih besar dan memperoleh hasil-hasil yang lebih besar. Bukan berarti hanya cara ini yang bermanfaat, tetapi dengan memahami hal ini, merupakan permulaan yang baik . Prinsip ini sangat efektif bagi saya dan yang lain, siapa tahu Anda mau menjajakinya barangkali juga efektif bagi diri Anda.

Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.


Comments
4 Comments

4 komentar:

  1. Luar biasa super....yang membuat seseorang berhasil dan sukses bukanlah informasi..tetapi bagaimana orang tersebut menggunakan informasi tersebut..

    salam luar biasa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, mas Hamim. Semoga menginspirasi. Salam Sukses, Hidup Luar Biasa.

      Hapus
  2. Selamat sore Pak Han.
    Memang betul Pak....seorang pemlik usaha tidak perlu memahami segalanya.

    Ada juga yang berpendapat,,,seorang pemilik usaha tidak perlu memahami segalanya , tetapi seorang pemilik usaha bisa sukses usahanya ,diantaranya dengan memiliki anak buah yang mampu menjalankan usahanya dengan baik, handal dan dapat di percaya bisa memajukan usahanya,

    Salam Sukses ,Hidup Luar Biasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak harus seorang pemilik usaha saja yang tidak perlu memahami segalanya. Siapa pun bisa memanfaatkan prinsip ini, misalkan kita tidak harus menghapalkan nomer telpon kantor camat, karena kita bisa memperoleh dengan cepat dengan menelpon 108. Tapi kalau tidak tahu bagaimana mencarinya, ini sungguh memprihatinkan. Semoga menginspirasi, pak Samun.
      Salam Sukses, Hidup Luar Biasa.

      Hapus