Selasa, 28 Januari 2014

Aturan Sepuluh Ribu



Ketika masih anak-anak, siapa yang tidak suka kue atau jajan? Saya lebih suka makan kue ketimbang disuruh makan nasi. Setiap kali makan, dengan segala cara ibu akan berusaha, dengan memaksa, kadang mengancam agar saya mau menghabiskan sepiring nasi.  Saya tidak akan mendapatkan kue kecuali saya menghabiskan suapan makan sendok terakhir dari ibu. 

Ketika dewasa dan bekerja, caranya sudah lebih canggih. Mereka tidak mengancam untuk memecat kita jika kita tidak menyelesaikan pekerjaan itu. Namun ada variasi yang mirip strategi makan nasi / kue yang tetap memberikan hasil. Salah seorang pelatih basket di universitas yang paling berhasil di Amerika, menggunakan aturan sepuluh ribu, atau tepatnya sepuluh ribu dolar.

“Kau gagal dalam tembakan bebas lebih dari seorang pemain pemula,” ia berkata. Kau mengatakan tidak bisa melakukan tembakan bebas. “ Sekarang, bagaimana jika saya membayar sepuluh ribu dolar kalau kau dapat melakukan tembakan bebas yang melewati rata-rata liga untuk sisa kompetisi ini?”, “Dapatkah kau menembak dengan keberhasilan 65 persen ?”

“Ya, saya rasa bisa,” jawab pemain itu.

“Ya, saya rasa kau bisa. Hanya ada satu persoalan. Saya tidak akan membayarmu sepuluh ribu dolar. Kamu harus meningkatkan tembakan bebasmu, dan setiap kali kau menembakkan bola pikirkan kau akan memperoleh sepuluh ribu dolar.”

Kemampuan pemain ini meningkat dari 50 persen menjadi 70 persen, sehingga tim basket arahan pelatih itu tampil di turnamen lebih sering dibandingkan tim lain di daerah itu. Inspirasi ini bisa kita terapkan di dalam lingkungan pekerjaan atau dalam kehidupan kita.

Persoalan yang sama dengan skenario berbeda, yaitu ketika salah seorang manajer saya melaporkan masih ada seorang karyawan yang selalu terlambat masuk kerja lebih sering daripada karyawan lain, strategi ini dapat dilakukan. Dia akan selalu datang terlambat dengan segudang alasan, dan siapa pun tidak akan percaya. Inilah yang akan kita lakukan, kita akan menyuapnya. 

“Ini sebenarnya bertentangan dengan aturan perusahaan, tetapi jika Anda dapat tidak sekali pun terlambat masuk kerja pada tahun yang akan datang, saya akan memberi ekstra sepuluh ribu dolar. Baiklah, dapatkah Anda membeli jam weker dan tidak lupa menyetelnya ?”

“Tentu saya bisa,” katanya.


“Jadi, kesimpulannya begini. Anda tidak akan terlambat lagi, tetapi saya tidak akan membayar Anda sepuluh ribu dolar. Namun, saya ingin Anda bertindak seperti kalau saya membayar Anda, karena sekarang saya tahu sebenarnya Anda dapat melakukannya. Itu hanya masalah motivasi.”

Masih persoalan yang sama, skenario yang lain lagi. Sekarang kejadiannya ada di dalam pikiran Anda. Problemnya adalah Anda sendiri, apa saja. Berperanlah juga sebagai bos Anda. Buatlah kesepakatan pura-pura. Cobalah aturan sepuluh ribu pada diri Anda sendiri. Kalau Anda diberi ekstra sepuluh ribu dolar, dapatkah atau maukah Anda mengerjakan tugas Anda ? Karena, sebenarnya Anda dapat melakukannya.


Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar