Kamis, 16 Januari 2014

Pertanyaan Adalah Jawabannya ( Part 1 )


Sebuah peribahasa Cina mengatakan, “Orang yang bertanya adalah bodoh selama lima menit, tetapi orang yang tidak bertanya bodoh selamanya.” Saya menyimpulkan bahwa lebih baik kelihatan tidak tahu daripada benar-benar tidak tahu. Awal mulanya, pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan juga bukan pertanyaan yang baik. Namun bila kita tekun dan terus menerus mengajukan pertanyaan, lama kelamaan pertanyaan-pertanyaan yang benar akan diperoleh. Proses tersebut membutuhkan waktu bertahun-tahun, agar kita tahu pertanyaan yang tepat dan pergi ke orang yang tepat sehingga akhirnya kita akan memperoleh jawaban yang tepat.


Tidak semua orang menemukan rahasia ini. Saya membaca sebuah kisah jenaka tentang tiga orang bersaudara yang sangat bersaing dan mereka meninggalkan rumah untuk mencari peruntungan mereka. Masing-masing bekerja dengan sangat baik sehingga menjadi orang-orang yang berhasil.

Suatu ketika mereka berkumpul, mulailah mereka membanggakan tentang hadiah yang baru-baru ini mereka berikan kepada ibu mereka yang sudah lanjut usia. Yang pertama berkata,” Saya membangun rumah besar untuk ibu.” Yang kedua berkata tidak mau kalah,” Saya membelikan ibu sebuah Mercedes terbaik dengan seorang sopir pribadi untuknya.” Yang ketiga berujar,” Kalian tahu betapa ibu suka baca Alkitab, tapi penglihatannya kurang bagus. Saya mengirimkan seekor beo yang sudah terlatih yang dapat mengutip seluruh isi Alkitab. Ibu hanya perlu menyebutkan pasal dan ayatnya, maka burung beo tersebut akan mengucapkannya.”

Tidak lama setelah itu, setiap anak menerima sepucuk surat dari ibu mereka. Kepada putra pertama, si Ibu menulis, “ Andi, rumah yang kamu bangun besar sekali. Ibu tinggal hanya satu kamar, tetapi harus membersihkan seluruh rumah.” 
Kepada putra kedua, si Ibu menulis,” Budi, Ibu terlalu tua untuk pergi kemana-mana. Ibu tinggal sepanjang waktu di rumah. Mercedesnya tidak pernah Ibu pakai, selain itu sopirnya sangat kasar.”
Kepada putra ketiga, pesannya lebih lembut,” Dedi tersayang, kamu satu-satunya anak yang paling mengerti kesukaan Ibu. Masakan ayam kirimanmu juga sedap sekali.”


Beberapa orang harus belajar dengan cara sukar mengenai pentingnya mengajukan pertanyaan. Mengajukan pertanyaan sering menentukan orang yang sukses dengan orang yang tidak sukses. Tidak ada pertanyaan, tidak ada jawaban. Seperti dikemukakan oleh seseorang,” Jutaan orang melihat buah apel jatuh, tetapi hanya Newton orang yang bertanya mengapa.” Newton menemukan teori gravitasi.

Ada sesuatu tentang pertanyaan yang kata-katanya tersusun dengan baik yang sering menembus inti persoalan serta memicu ide dan wawasan baru. Perangsang utama bagi pikiran kreatif adalah pertanyaan yang terfokus. Pada umumnya, semakin dalam dan presisi sebuah pertanyaan semakin baik jawabannya. Seperti Anthony Robbins katakan, “ Pertanyaan bermutu menciptakan hidup bermutu. Orang sukses mengajukan pertanyaan yang lebih baik dan hasilnya mereka mendapat jawaban yang lebih baik.”

Ada orang yang memandang pertanyaan sebagai tanda kebodohan. Saya memandang pertanyaan sebagai tanda keterlibatan, rasa ingin tahu dan hasrat untuk memperbaiki diri, asalkan pertanyaan dipikirkan matang-matang dan si penanya tidak terus mengajukan pertanyaan yang sama berulang-ulang. Jika Anda tidak mengajukan pertanyaan, Anda tidak akan memperoleh jawaban.

Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.


Comments
6 Comments

6 komentar:

  1. Seperti halnya pepatah kita bilang, malu bertanya sesat di jalan....
    mau bertanya selamat di jalan...

    Salam hidup luar biasa

    BalasHapus
  2. Bertanya itu lebih bagus dari pd melangkah tp salah, gara - gara malu untuk Bertanya. Memang benar mengajukan Pertanyaan sering menentukan orang yg Sukses dg orang yg tidak Sukses, yang jadi Pertanyaan saya "
    Apakah kalau Kita tidak tahu, terus malu untuk bertanya? jawabanya tentunya tidak Bukan.
    Pertanyaan kalau menurut merupakan "Jembatan untuk menuju sungai Pengetahuan."
    Marilah kita menggali Pengetahuan...Wawasan...Sebanyak dan Seluas mungkin dg tidak
    Malu Kita untuk Bertanya.


    Salam Sukses Dan Hidup Luar Biasa...

    BalasHapus
  3. Betul sekali Pak artikel yg Pak Han Tulis...tp bagaimana dengan saya Pak.. sy setiap sy bertanya pada seseorang pasti saya sebenarnya sudah punya jawaban sendiri dan nantinya jawaban orang yg sy anggap lebih kompeten dari permasalahan yg sedang dibahas akan saya bandingkan dengan jawaban yg sudah sy punya dan nantinya pasti akan menghasilkan titik temu dan hasilnya sy jadikan ilmu baru buat sy...apakah langkah sy benar seperti itu Pak Han...?trimkasih....Salam Sukses Hidup Luar Biasa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anda sudah benar, mas Michelle. Kita membutuhkan lebih banyak masukan, karena kadang kala ada sesuatu hal yang lolos,tidak terpikirkan oleh kita. Dengan sering berlatih, maka pertanyaan-pertanyaan kita kan semakin meningkat kualitasnya, sehingga kita juga kan memperoleh jawaban yang berkualitas. Anda adalah salah seorang yang paling aktif bertanya memanfaatkan sarana blog ini, saya yakin Anda yang paling banyak menyerap apa yang saya berikan. Semoga Anda dapat memanfaatkan sebaik-baiknya untuk hidup Anda dan jangan lupa untuk membagikannya kepada orang lain. Salam Sukses, Hidup Luar Biasa.

      Hapus
  4. salam luar biasa..

    tulisan yang sangat menarik pak.han...apa lagi mengenai tulisan di paragraf diatas..."Lebih baik kelihatan tidak tahu daripada benar-benar tidak tahu"..sering kali kita temui pak han seseorang yang kita berikan pertanyaan tetapi hasil jawabnya adalah jawaban yang membosankan yaitu jawaban " wahhh saya tidak tahu itu..coba tanyakan yang lainya ." padahal ora itu adalah orang yang tahu persis mengenai sesuatu hal yang kita tanyakan..kalau kita cermati seolah-olah orang itu tidak mau terlibat sesuatu hal itu..
    bagaiman pandangan pak.han..mengenai pertanyaan yang tidak ada jawabanya.
    terima kasih..(mohon pencerahanya...hehehehe...)

    alam luar biasa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti Anda membuang waktu karena Anda bertanya bukan pada orang yang tepat, hehehe....baca yang part 2, mas Hamim. Salam Sukses, Hidup Luar Biasa.

      Hapus