Kamis, 02 Januari 2014

Sentuhlah Sifat Baik


Kita semua menginginkan menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar, menjadi berarti bagi dunia dan bagi orang-orang, agar kita bisa menggapai lebih tinggi, melakukan apa yang baik, benar dan terhormat. Anak-anak lelaki ingin menjadi prajurit yang tangguh atau pahlawan di negeri khayalan. Anak-anak perempuan kecil ingin menjadi seorang putri yang cantik, cerdas dan mempesona. Keinginan-keinginan serupa menjadi alasan kenapa Anda sedang membaca artikel ini.


Pendekatan dengan menggugah sifat-sifat baik  di dalam diri orang lain bisa memberikan imbalan hebat untuk kita. Pendekatan ini menyematkan semacam kemuliaan kepada orang tersebut. Semacam pujian halus yang pada intinya menyampaikan,” Saya percaya kepadamu, Anda mampu melakukan hal yang baik, tepat dan terhormat.” 


Kata-kata itu adalah kata-kata yang kuat untuk menggerakkan orang-orang bertindak seperti yang dilakukan seorang tokoh yang tidak ingin foto dirinya ketika sedang melakukan sesuatu dimuat di sebuah surat kabar. Dia tidak berkata,” Tolong jangan terbitkan foto saya yang itu lagi, saya tidak menyukainya.” Dia menggugah sifat yang lebih baik, rasa hormat dan cinta terhadap seorang ibu yang kita semua memilikinya, maka ia meminta agar foto yang itu tidak dimuat karena membuat ibunya sedih.



Demikian pula ketika seorang artis yang berharap agar para fotografer media berhenti memotret anak-anaknya, dia juga menggugah sifat yang lebih baik. Dia tidak berkata,” Saya tidak ingin foto mereka ditampilkan.” Dia menyentuh perasaan yang berada dilubuk hati kita semua agar tidak menyakiti anak-anak. Dia memilih berkata.” Kalian tahu seperti apa rasanya, karena beberapa dari kalian juga punya anak. Dan kalian tahu bagaimana dampaknya bagi si anak apabila mendapatkan publisitas seperti ini.”


Kita semua, yang di dalam hati merupakan sosok idealis dan lebih ingin menunjukkan sisi baik diri kita, senang memikirkan motif yang terdengar bagus. Jika kita bisa memberi kesempatan kepada orang lain melakukan hal yang sama, dengan catatan kita tidak selalu berasumsi negatif bahwa mereka egois, atau culas maka kita memperbolehkan mereka memberikan respon yang positif untuk meningkatkan harga diri mereka. Kita mengijinkan mereka membuktikan bahwa perkiraan dan penilaian kita terhadap mereka itu benar.


Coba kita lihat iklan-iklan jaman sekarang yang mengutamakan produk ramah lingkungan, go green, dan produk-produk lain yang menunjukkan pihak konsumen dan produsen memiliki motif yang lebih mulia. Organisasi-organisasi nirlaba juga menerapkan taktik ini untuk menyebarkan pesan-pesan mereka menggunakan media sosial. Strategi ini berhasil karena kebanyakan orang akan memberikan reaksi positif kepada proposal kita, jika mereka merasa bahwa kita mengagumi kejujuran, ketidakegoisan dan keadilan mereka.


Agar dapat memiliki hubungan yang baik dengan orang lain, maka Anda harus memuliakan martabat mereka. Dengan begitu, Anda pun memuliakan martabat Anda sendiri. Cobalah untuk menggugah sifat baik dan mulia, maka Anda pun dapat menggerakkan orang banyak, dan menggerakkan diri sendiri untuk berada bersama mereka. Itulah salah satu cara mendapatkan kepercayaan orang lain yang akan meningkatkan kualitas hidup Anda. Sentuhlah sifat baik mereka.


Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.
Comments
3 Comments

3 komentar:

  1. mantab pak handoyo......setuju bgt!

    BalasHapus
  2. Artikel Bapak sangat bermanfaat .

    Jika kita berbuat kebaikan kepada orang lain, Insya Allah kitapun akan mendapatkan kebaikan dari orang lain.

    Salam Sukses, Hidup Luar Biasa.

    BalasHapus