Sabtu, 03 Mei 2014

Inovasi


Belum lama berselang kita dihebohkan dengan klarifikasi Panglima TNI Jendral Moeldoko tentang jam tangan yang dipakainya, yang ditengarai berharga 1 milyar. Namun beliau mengaku bahwa jam tangan miliknya yang ramai dibicarakan masyarakat Indonesia adalah barang tiruan yang dibelinya seharga 5 juta rupiah dari sebuah situs lelang.

Moeldoko juga mengaku tertarik membeli jam tangan tersebut karena melihat inovasi yang terdapat di dalamnya. Begitu melihat, yang ada di pikirannya adalah inovasi dan inovasi.  “ Setiap kali lihat jam tangan ini , saya ingat inovasi dan inovasi, jadi bukan untuk pamer,” demikian imbuhnya.

Melakukan inovasi tanpa kenal lelah adalah salah satu syarat untuk sebuah perusahaan bisa sukses secara berkesinambungan. Perusahaan yang tidak melakukan inovasi atau tidak melakukan suatu perubahan, akan kehilangan peluang pasar atau kalah dari para pesaingnya, meski pun awalnya sebagai market leader.

Satu hal yang perlu diingat bahwa inovasi tidak hanya berupa produk-produk baru, tetapi juga berbagai improvement atau perbaikan yang terus menerus. Banyak cara melakukan inovasi yang dapat menghasilkan value atau nilai baru bagi para customer kita.

Kita juga berinovasi ketika menggunakan teknologi informasi untuk meningkatkan kinerja yang menghasilkan value baru. Kita pun berinovasi ketika memperbaiki proses sehingga menghasilkan proses yang lebih baik, lebih cepat dan lebih sempurna serta lebih murah.

Kita juga berinovasi ketika dapat menyederhanakan aktivitas-aktivitas yang sebelumnya rumit dan penuh komplikasi menjadi aktivitas yang simpel, aman, mudah, efektif dan efisien. Artinya, dalam konteks inovasi yang lebih luas, banyak sekali ruang yang tersedia bagi karyawan perusahaan untuk bisa ikut berpartisipasi dalam berinovasi.

Dalam dunia persaingan bisnis yang makin ketat, faktor penting dalam berinovasi adalah kecepatan dan terus menerus. Sehingga dibutuhkan suatu budaya baru yaitu “ berkolaborasi “ agar seluruh karyawan perusahaan dapat ikut berperan serta dalam menjaga kelangsungan perusahaan.


Hanya dalam budaya kolaborasi, inovasi akan menemukan tanah untuk tumbuh subur karena ide-ide bisa dibagi, didiskusikan, dan diperdebatkan bersama. Sebaliknya, inovasi akan mati bila kultur atau budaya yang ada tidak membiarkan orang-orangnya memiliki dan menyampaikan ide. Inovasi akan kehilangan ruang geraknya.

Inovasi tidak dapat hanya diserahkan pada para ahli di bagian riset pengembangan karena prosesnya lahir dari mengetahui apa yang sesungguhnya dibutuhkan konsumen. Orang-orang yang berada di garis depan yang berhadapan langsung dengan para konsumen seharusnya yang mulai memberikan masukan kepada seluruh organisasi.

Jadi, inovasi bukan hanya hal teknis melainkan adalah gerak bersama semua elemen di perusahaan, dan inovasi juga adalah kultur atau budaya yang harus dibangun dan dipelihara. Inovasi dalam suatu perusahaan dapat dianggap sukses jika nilai atau value yang diciptakan lebih besar dari pada biaya yang dikeluarkan untuk pengembangannya. Inovasi akan bergulir jika kita memiliki keberanian dalam bereksperimen dan memiliki keberanian untuk berubah. Marilah kita ramai-ramai ambil bagian dalam berinovasi, setuju ?

Salam SUKSES, HIDUPLUAR BIASA.



Comments
4 Comments

4 komentar:

  1. SETUJU ! . . .

    Luar Biasa, Terima kasih Pak Han atas artikel-nya,
    ini menambah pengetahuan saya tentang Inovasi,...

    yang disebut Pak HANDOJO sebagai KOLABORASI diatas NAPOLEON HILL didalam karya-nya berjudul "Think and Grow Rich" menyebut-nya sebagai "The Master Mind",

    The “Master Mind” defined as Coordination of knowledge and effort, in a spirit of harmony, between two or more people, for the attainment of a definite purpose. . . The "Master Mind" didefinisikan sebagai Koordinasi pengetahuan dan usaha, dalam semangat keselarasan, antara dua orang atau lebih, untuk pencapaian tujuan yang pasti.

    Kemudian dia juga menuliskan,
    The efficient leader leads by encouraging and not by trying to instil fear in the hearts of his
    followers. The leader who tries to impress his followers with his “authority” comes within the
    category of leadership through force. If a leader is a real leader, he will have no need to
    advertise that fact except by his conduct,his sympathy, understanding, fairness, and a
    demonstration that he knows his job.

    Salam Sukses, HIDUP LUAR BIASA.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas tambahannya, mas Nuzul, Jangan lupa untuk membagikan ilmu Anda kepada yang lain, karena ketika kita melakukannya maka kita juga mengasah ilmu kita.

      Istilah keren Master Mind memang menarik, kita mencari teman dan membuat komunitas dengan orang-orang positif yang mempunyai tujuan yang sama, agar bisa saling berbagi semangat dan pengetahuan untuk mempercepat mencapai tujuan. Sederhananya seperti yang pernah saya bicarakan, lima teman dekat kita mencerminkan siapa dan bagaimana diri kita.

      Salam Sukses, Hidup Luar Biasa.

      Hapus
  2. Setuju ....Inovasi merupakan proses berupaya mencari cara untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik daripada sebelumnya,,,bisa berupa ;ide .barang atau yang lainnya...saya pribadi yakin GELORA GROUP " PASTI JAYA " dengan Inovasi yang terus menerus yang dilakukan oleh TEAM BINTANG.& TEAM DIREKSI GELORA GROUP. Terima kasih.

    Salam Sukses, Hidup Luar Biasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gelora Group pasti jaya apabila inovasinya timbul dari semua lini yang berkolaborasi bukan hanya dari atas. Sementara ini tim dan direksi turun ke bawah untuk memberi contoh, memperlengkapi, mengajari agar timbul inisiatif dari bawah. Ini yang harus dipahami, dan mulailah berinovasi untuk memajukan perusahaan tempat Anda bekerja.

      Salam Sukses, Hidup Luar Biasa.

      Hapus