Rabu, 28 Mei 2014

Rasa Malu


Seorang bocah perempuan yang manis, saya taksir usianya tidak lebih dari empat tahun, naik ke panggung dibantu ayahnya menaiki tangga, karena ingin menyanyi. Ketika anak itu diberi mikrofon langsung saja dia menyanyi dengan berani tidak peduli belum ada musiknya, membuat si pemain keyboard berusaha mengiringi semampunya. 

Semua orang yang hadir pada acara wedding adik ipar di Oemah Daun bertepuk tangan memberikan dukungan yang tulus pada si adik kecil. Padahal ketika sang penyanyi bernyanyi, tidak seorang pun yang bertepuk tangan. Keberanian yang tidak dimiliki lagi oleh sebagian besar orang dewasa, karena rasa malu tidak menjadi penghalang. 

Saat pertama saya bergabung dengan Gelora Group, saya juga tidak pernah menyanyi dengan life music, paling banter karaoke di dalam ruangan dan sudah ada liriknya, tapi karena sering didaulat sebagai pimpinan, saya pun  belajar mengatasinya. Salah satu dinding pembatas yang harus kita tembus adalah rasa malu.

Awal memulainya memang cukup berat, lutut gemetar, suara tidak sinkron, gagap dan salah-salah kata, tidak bisa konsentrasi dengan baik, karena memikirkan hal yang paling menakutkan yaitu rasa malu. Demikian juga ketika harus tampil untuk berbicara di depan orang banyak, yang paling berat adalah awal memulainya.

Memiliki rasa malu ada baiknya, karena orang-orang pemalu cenderung menghabiskan waktu mereka sendirian, mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk membaca, memusatkan perhatian, belajar,menggunakan imajinasi mereka dan menjadi ahli dalam hal-hal tertentu, yang semuanya dapat membantu mereka sukses. Orang-orang sukses yang pemalu juga tidak terhitung banyaknya.

Rasa malu juga tidak jelek, meskipun kadang terasa demikian. Rasa malu bisa berguna di keramaian, karena orang-orang pemalu lebih melewatkan waktu untuk mendengarkan dan mengamati daripada berbicara. Anda mungkin bukanlah si raja atau ratu pesta, tetapi Anda pasti lebih dapat mengamati apa yang terjadi di pesta itu daripada yang lain. Anda mampu menyerap informasi lebih banyak.

Menghadirkan rasa malu ternyata juga penting bila untuk kebaikan. Hadirkan rasa malu apabila kita bekerja di perusahaan tapi tidak mempunyai prestasi yang dapat dibanggakan. Malulah jika sering datang terlambat ke kantor. Malulah bila cuma makan gaji buta. Malulah jika banyak menuntut pada perusahaan padahal kerjanya pas-pasan.

Hadirkan rasa malu, bila kita hanya berjanji tapi tidak menepatinya. Malulah jika kita punya bawahan tapi tidak membantu mengembangkannya. Malulah bila belum banyak memberi. Malulah bila belum banyak berbuat. Malulah bila kita tidak dapat membahagiakan orang-orang yang kita cintai. Malulah agar kita tidak menjadi orang yang memalukan.

Jika Anda adalah seorang pemalu, bagaimanakah cara Anda bisa mengatasi rasa malu itu ? Yang bisa Anda lakukan adalah berlatih, berlatih dan berlatih. Doronglah diri Anda keluar, temui dan berbicara dengan orang-orang , karena latihan ini tidak bisa Anda lakukan sendirian di kamar. Jangan khawatir tentang salah bicara. Dengan menghadapi dan mengatasi rasa malu tersebut, Anda akan membuat langkah besar menuju kesuksesan.

Jadi, kesimpulannya, Anda tidak usah terlampau mengkhawatirkan rasa malu. Tetap pertahankan kebaikan yang bisa Anda dapatkan dengan memiliki rasa malu. Dan buanglah rasa malu itu untuk membuat kesuksesan. Jika kita terus bersembunyi di balik kepompong kita, kita akan sulit menjadi kupu-kupu yang bisa terbang kemana-mana.

Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.


Comments
4 Comments

4 komentar:

  1. Guruh Kurniawan ErTene28 Mei 2014 pukul 10.32

    He he he .... mendingan punya rasa malu dr pd malu maluin ...



    Salam Hidup Luar Biasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Awas salah ngomong jadi ke****an, hehehe....

      Hapus
  2. Terima Kasih Pak Han atas Inspirasi dan Motivasi-nya;...

    Jujur saja, saya-pun masih pemalu terutama bila disuruh tampil dipublik . . . hehe . . . (∩_∩) . . . tapi ALHAMDULILLAH saya sadar bahwa hidup saya hanya-Lah sekali, . . . kenapa saya tidak menjadi MANUSIA YANG LUAR BIASA ? . . .
    Untuk SUKSES ada Satu Kalimat KUNCI . . . MARILAH KITA BERUBAH !

    Beberapa Pesan dari MR EARL SHOAFF kepada Jim Rohn tentang perubahan, dalam seminar JIM ROHN yang bertema PERSONAL DEVELOPMENT yang saya kutip dari salah satu VIDEO-nya ; . . .

    JIM ROHN berkata; . . .

    Mr EARL SHOAFF said to me,...

    If you will change Mr Rohn, everything will change for you !...

    you don't have to change what outside, all you get to change what inside,...

    to have more you simply have to become more,...

    don't wish it was easier, wish you were better,...

    don't wish for less problem, wish for more skills,...

    start working on yourself, making these personal changes and that's all will change for you.


    Salam Sukses, HIDUP LUAR BIASA !

    BalasHapus
    Balasan
    1. "Apabila Anda mau berubah, semuanya akan berubah bagimu".Kata-kata yang sederhana dari Mr. Earl Shoaff, tapi sangat bermakna. Terima kasih, mas Nuzul.

      Sukses menanti Anda yang selalu siap berubah setiap saat, jangan biarkan rasa malu menjadi pembatas langkah Anda. Hidup hanya sekali, hiduplah dengan luar biasa.

      Salam Sukses, Hidup Luar Biasa.

      Hapus