Sabtu, 17 Mei 2014

Melemparkan Pertanyaan


Pada tiap acara roadshow keliling untuk memberikan pembekalan dan motivasi pada para karyawan Gelora Group, sesungguhnya kami berharap semua peserta aktif dalam tanya jawab. Saya bahkan  memberitahukan, bahwa kesempatan semacam ini adalah peluang yang dapat dimanfaatkan untuk menonjolkan kemampuan diri mereka selagi para direksi juga hadir secara lengkap di situ.

Di sekolah, para guru memang memberikan bintang-bintang emas untuk setiap jawaban pertanyaan, bukan untuk setiap pertanyaan sehingga kita hanya terlatih untuk memberikan jawaban yang benar bukan melemparkan pertanyaan yang baik. Kebiasaan ini mungkin menjadi salah satu sebab yang membuat kita sering takut bertanya, selain khawatir dikatakan bodoh. Padahal kita akan lebih bodoh lagi jika tidak bertanya.

Berbeda dengan mamanya Isador Isaac Rabi yang selalu bertanya kepada anaknya setiap pulang dari sekolah, “ Apa hari ini kamu mengutarakan pertanyaan yang baik, nak ?” Sikap semacam ini ternyata telah membantu Isaac memperoleh bintang emas yang paling akbar, yaitu Penghargaan Nobel Fisika. 

Pertanyaan-pertanyaan sederhana sering melahirkan ide-ide bagi penemuan-penemuan hebat. Jika kita ingin melahirkan ide-ide, sering-seringlah melemparkan pertanyaan baik kepada orang lain atau pun diri sendiri. Sesungguhnya, bertanya juga satu hal yang bisa dilakukan oleh manusia dengan kualitas melebihi komputer.  Komputer tidak berguna kalau soal bertanya, sebab mereka hanya bisa memberikan jawaban. 

Pada masa-masa awal fotografi, dibutuhkan waktu yang lama untuk mengolah foto. Sampai suatu hari, saat George Land jalan-jalan di pantai mengambil gambar dengan kamera, anak perempuannya melemparkan pertanyaan,” Mengapa aku tidak bisa melihat fotonya sekarang ?” Ketemulah  idenya untuk foto instan, dia menemukan proses Polaroid.

Saya juga selalu menggunakan pertanyaan-pertanyaan untuk membuat kemajuan bisnis-bisnis saya. Ketika ada pelanggan bengkel yang bertanya, “ Kenapa tidak ada cuci mobilnya ?” Saya pun segera membangunnya, bahkan dilengkapi dengan ruang tunggu ber ac, karaoke dan wifi. Anda pun dapat makan dan minum disitu, sambil surfing internet.

“ Bagaimana caranya perusahaan tumbuh ( growth ) tanpa saya ?” adalah salah satu pertanyaan yang membuat saya melakukan perubahan besar-besaran, menciptakan sistem, membangun orang-orang berkualitas yang akan menjalankan bisnis saya tanpa saya. Setahun terakhir ini, saya bekerja keras untuk mewujudkan hal itu.

Ketika tim kerja saya menghadapi permasalahan yang kompleks dan mengadukannya kepada saya, sejujurnya, seringkali saya tidak sungguh-sungguh memecahkan permasalahan mereka. Yang saya lakukan adalah melemparkan banyak pertanyaan yang mungkin tidak terpikirkan oleh banyak orang. 

Saya pikir, salah satu aset terbesar dalam diri kita yang dapat dimanfaatkan untuk kesuksesan adalah menanyakan banyak hal. Meski pun mungkin kita dijuluki tukang tanya, tetapi sesungguhnya, senang bertanya identik dengan “ ingin tahu banyak hal “. Dengan melemparkan banyak pertanyaan, Anda akan belajar untuk memperoleh jawaban seiring dengan itu akan menuntun Anda pada pertanyaan berikutnya sehingga, jawaban, jalan dan arah yang Anda perlukan pun akan tampak.

Sudahkah Anda mengutarakan pertanyaan yang baik hari ini ?

Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.


Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar