Rabu, 21 Mei 2014

Menyelami Indera Kita


Pernahkah Anda mengalami betapa mudahnya Anda menjalin hubungan dengan beberapa orang meskipun baru pertama kali bertemu, tetapi tidak terhubung sama sekali dengan orang lain ? Semua itu disebabkan harmoni sensor alami dari indera kita.  Hal ini menjelaskan mengapa Anda merasa seperti mengenal orang tertentu meskipun Anda tidak pernah bertemu sebelumnya.

Pada tahun 1970-an, Richard Bandler dan John Grinder, pendiri Neuro-Linguistic programming (NLP) menyadari bahwa manusia dapat dibagi menjadi tiga tipe, tergantung dari bagaimana mereka menyaring dunia melalui indera mereka. Mereka menyebutnya Visual, Audiotoris, dan Kinestesis.

Dikategorikan demikian karena manusia menyerap informasi dari luar, terutama dalam bentuk gambar, suara dan perasaan. Dengan tiga cara inilah, kita dapat terinspirasi oleh sesuatu yang kita lihat baik secara kasat mata atau mata batin sebagai gambar, oleh sesuatu yang kita dengar secara nyata ataupun suara batin, atau oleh sesuatu yang kita rasakan atau kita sentuh.

Katakanlah ada tiga orang yang pergi menonton sebuah konser dangdut di kota mereka. A termasuk Visual, B termasuk Audiotoris dan C adalah Kinestesis. Ketika mereka menceritakan pengalaman tersebut kepada teman-teman mereka masing-masing pasti akan berbeda berdasarkan indera yang dipergunakan untuk menyerap informasi dari luar.

A akan menggunakan cara menjelaskan dengan melukiskan kata tentang konser dangdut tersebut terlihat seperti apa :” Oh, kamu seharusnya melihatnya sendiri, semua penontonnya ikut berjoget habis-habisan dan penampilan penyanyi-penyanyinya seksi habis, ada yang goyang sampai rambut palsunya terlepas dan bajunya melorot.”

B akan menceritakan konser dangdut tersebut terdengar seperti apa :” Orkes musiknya luar biasa, lagu-lagunya asyik. Suara penyanyi-penyanyinya bagus-bagus sekali, membuat semua penonton ikut bernyanyi. Kamu seharusnya mendengarnya sendiri, rugi kalau tidak berangkat menonton.”

C yang lebih mampu menyerap perasaan dan sentuhan, akan menjelaskan bagaimana rasanya :” Ya ampun...tempat itu penuh sesak. Penonton berjubel, saya hampir tak dapat bergerak, untung tidak terinjak-injak dan ketika lagu-lagu yang lagi ngetop dinyanyikan, tempat itu seperti mau meledak !”

Saya termasuk audiotoris, ketika orang mengirimkan pesan melalui gelombang suara, saya langsung akan mengerti seketika itu juga. Tetapi jika dia mengatakan, “ Tidak bisakah Anda membayangkan apa yang kuucapkan ? “ atau lebih buruk lagi, “ Tidak bisakah Anda memahami apa yang kurasakan ?” Tidak, saya memang tidak bisa.

Dengan kata lain, Visual cenderung menggunakan kata-kata gambar, Audiotoris memilih kata-kata suara dan Kinestesis memilih kata-kata fisik. Biasanya, kombinasi dari pengalaman-pengalaman inilah yang membantu kita menafsirkan dunia luar. Tetapi salah satu dari tiga indera , “ penglihatan, suara atau sentuhan “ cenderung akan mendominasi dua indera lainnya.

Yang kita bicarakan disini adalah sebuah dimensi baru dari penyelarasan dan harmonisasi dalam berhubungan dengan orang lain. Dengan mengetahui indera kita sendiri dan indera orang lain akan sangat membantu Anda dalam menerima respons dan benar-benar memahami dunia di sekitar kita. Seperti ketika Anda bermaksud terhubung langsung dengan seseorang yang peka, Anda dapat mengatakan, “ Saya memahami bagaimana perasaanmu ketika itu terjadi.”

Anda berhasil menggunakan pendekatan kinestesis yang penuh kasih sayang. Sederhana, tetapi sangat efektif.

Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.


Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar