Kamis, 10 April 2014

ATM (Amati-Tiru-Modifikasi)


Dua hari kemarin saya kedatangan empat orang tamu bisnis, yang tiga orang datang dari Bali dan seorang dari Jakarta. Mereka orang-orang yang hebat dalam bidang perhotelan, terutama salah seorang yang bernama pak Alfon, seorang kontraktor dari Denpasar. 

Ketika dia berbicara, semua orang mendengarkan  dengan cermat karena cara bicaranya sangat menarik, runtut, jelas, terarah dan selalu menggunakan sudut pandang kedua belah pihak. Saya sempat bilang kepada asistennya Donny, yang masih cukup muda, kebetulan teman lama, untuk dapat belajar supaya bisa seperti pak Alfon.

Donny sempat menjawab, “ Susah, pak...pak Alfon lulusan ekonomi, hukum, teknik sipil dan seni rupa.” Hal itu diperkuat oleh salah seorang tamu yang lain, yaitu pak Didik yang berprofesi sebagai seorang arsitek.

“ Duplikasi saja, di rekam lalu didengarkan berulang-ulang, kemudian berlatih. Setelah menguasai, kamu coba untuk meminta ijin menggantikannya menghadapi customer. Kamu yang  menjelaskan, kalau kurang lengkap minta ditambahi oleh pak Alfon, “ kata saya.


Saya kemudian merenungkan apa yang baru saya katakan kepada Donny. Ternyata, saya juga belum mempunyai karyawan yang seperti itu. Saya pernah bercerita mengenai ATM yaitu amati, tiru dan modifikasi di depan ratusan karyawan, namun saya belum menemukan salah seorang dari mereka.

Coba bayangkan, kalau saja ada satu orang  yang melakukan ATM terhadap diri saya sebagai pemimpin mereka, kira-kira apa yang akan terjadi  ? Tentu saja, akan menjadi satu-satunya karyawan yang luar biasa. Dapat ditebak, kariernya juga akan cepat melesat.

Banyak bisnis yang sukses juga menggunakan cara ini, ATM amati, tiru dan modifikasi bukan ATP amati, tiru, persis. Dengan demikian bisnis kita tidak meniru 100 persen, tetapi memasukkan ide kita sendiri dalam hal yang spesifik yang menambah nilai jual dan keunggulan dari perusahaan yang kita tiru.

Amati. Mengamati yang dimaksud bukan dalam arti hanya melihat, tetapi mempelajari seluk beluk bisnis atau orang yang hendak kita contoh. Mengamati, pada prinsipnya adalah proses belajar dan menyerap pengalaman orang lain. Seorang pengamat yang baik adalah berhasil menyerap banyak hal dari obyek yang diamati, termasuk kelebihan mau pun kekurangannya.

Tiru. Setelah proses pengamatan dianggap selesai, telah memperoleh pengetahuan yang cukup, langkah selanjutnya adalah melakukan tindakan. Cara ini adalah sebuah cara untuk memangkas waktu dan energi dalam mempelajari dan memulai sesuatu. Keuntungan lainnya adalah bahwa bisnis atau orang yang hendak kita tiru telah mempunyai reputasi atau telah terbukti menuai sukses.

Modifikasi. Jika contohnya sudah baik dan terbukti sukses, apakah masih diperlukan modifikasi ? Menurut saya tetap perlu, supaya tidak dianggap plagiat dan mengemukaan ciri khas diri kita serta menambah yang sudah baik menjadi lebih baik. Disinilah kita dapat mengekspresikan ide, inovasi dan kreativitas kita untuk menjadi diri sendiri sehingga menjadi lebih unggul dari yang lain.

Singkat kata, jika Anda ingin sukses di tahap awal, salah satu cara terbaik adalah mencontoh bisnis atau orang sukses di bidang yang Anda tekuni. Kemudian pikirkan bagaimana kita dapat melakukan secara berbeda atau bahkan lebih baik. Raja Salomo pernah berkata, “ Tidak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.” Mungkin perkataannya tidak seluruhnya benar. Namun secara konseptual sebagian besar penemuan-penemuan yang ada saat ini merupakan pengembangan  atau peniruan dari hal-hal yang telah ada sebelumnya, seperti pesawat helikopter meniru capung.

Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.


Comments
2 Comments

2 komentar:

  1. Betul sekali Pak Han...Gak ada salahnya kalo kita meniru orang hebat diluar sana untuk mencapai target yang kita inginkan...tapi kalo memang kita bisa lebih kreatif lagi apa salahnya kita juga jadi trendsenter untuk sesuatu yang membuat orang lain terinspirasi pada apa yang kita lakukan.....Salam Sukses Hidup Luar Biasa....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau bisa menjadi pioneer, ya lebih bagus lagi. Yang pentig tidak menghambat langkah kita untuk maju> Terima kasih atas responnya, mas Michelle.
      Salam Sukses, Hidup Luar Biasa.

      Hapus