Rabu, 02 April 2014

Enam Alasan Untuk Menunda

Boleh dikata semua orang suka menunda-nunda. Kalau bisa menghibur, Anda tidak sendirian karena saya sendiri sering terperangkap dengan penundaan. Sikap ini seperti pencuri, yang secara tersamar menanti untuk merampas pengharapan dan impian kita. Ada enam alasan yang baik mengapa saya mungkin menunda-nunda. 

Pertama, Kita merasa bosan. Ini adalah fakta kehidupan. Saya merasa kurang antusias dari waktu ke waktu . Terkadang pekerjaan kita menjadi rutin, dan ujung-ujungnya kita bekerja tanpa semangat. Kita selalu membutuhkan tantangan baru, sesuatu yang dapat membuat adrenalin kita terus mengalir dengan deras.

Salah satu cara untuk menjadikan kita bersemangat kembali kembangkanlah sasaran-sasaran yang lebih besar. Ini tentu menuntut hal-hal baru yang membuat kita perlu lebih kreatif dan inovatif dan keasyikan baru pun akan mewarnai kegiatan kita di kantor.

Kedua, Kewalahan dengan pekerjaan kita. Seringkali saya menunda-nunda karena membiarkan segalanya menumpuk. Ini mungkin saja dimulai dengan satu hal kecil yang saya abaikan karena waktunya tidak tepat, atau karena saya enggan mengerjakannya. Lalu datanglah tugas lain dan ini pun saya tunda. Setelah beberapa lama muncullah setengah lusin tugas yang kita tunda. Tidak lama kemudian kita kewalahan membayangkan sehingga kita pun terasa berat untuk memulainya. 

Ketiga, Keyakinan kita menurun. Penundaan itu setara dengan keraguan kita. Memikirkan apa yang harus dikerjakan dan segala hal yang mungkin saja tidak beres, jauh lebih melelahkan secara mental ketimbang benar-benar mengerjakannya. 

Ketakutan juga bisa menjadi motivator yang hebat, seperti seorang pelatih menjelaskan begini, “ Yang mendorong saya selama ini adalah bahwa ketakutan dan kekecewaaan akan kekalahan selalu saja lebih besar daripada sukacita dan kepuasan akan kemenangan.”

Keempat, Harga diri kita rendah. Orang yang merasa harga dirinya rendah sering merasa tidak layak sukses di benak mereka, sehingga mengembangkan kebiasaan mensabotase potensi sukses. Hal ini mungkin melibatkan sistim keyakinan lama ( belief ) dan masa lalu yang traumatis.

Kelima, Kita tidak benar-benar menikmati pekerjaan kita. Ed Foreman, melakukan riset mendalam tentang persoalan ini. Yang ditemukan, orang sukses itu mengerjakan hal-hal yang tidak senang dikerjakan oleh orang-orang yang tidak sukses. Mereka pun tidak senang, tetapi mereka kerjakan juga.

Keenam, Pokoknya memang malas. Tidak banyak yang bisa kita diskusikan disini. Kalau kita menghindari tindakan karena kita lebih memilih untuk melakukan sesuatu yang kita sukai tapi tidak ada manfaatnya, kecil sekali kemungkinan kita untuk sukses. Kemalasan itu dilarang.

Umumnya, kurang motivasi biasanya merupakan akar-akar penyebab penundaan kita. Lebih mudah menunda segalanya ketimbang bertindak menentukan. Ketika Anda menyadarinya, mengobrollah dengan diri sendiri dan fokuslah menemukan jalan keluarnya. Pastikanlah Anda tidak menjadi salah seorang yang menjalani kehidupannya dengan cap “ Tidak Tuntas.”

Seperti yang dengan fasih dikatakan oleh Jim Rohn, “ Kepedihan disiplin ini hanya beberapa ons beratnya, sementara kepedihan penyesalan itu berton-ton beratnya.”

Salam Sukses, Hiduplah Luar Biasa.


Comments
2 Comments

2 komentar:

  1. Terima Kasih Pak atas tambahan ILMU-nya,
    ternyata Pak Han juga suka sama Jim Rohn,yaa...saya juga suka Pak...hehe...

    ini saya juga mengutip kata-kata dari Jim Rohn;...
    Disiplin adalah jembatan antara ide dan hasilnya,

    Lem yang mengikat inspirasi bagi realisasi,

    Keajaiban yang mengubah kebutuhan keuangan ke dalam penciptaan sebuah karya yang diilhami seni,

    Kita semua harus menderita salah satu dari dua kepedihan,
    Rasa kepedihan karena disiplin atau kepedihan karena penyesalan...
    Perbedaannya adalah Kepedihan disiplin ini hanya beberapa ons beratnya, sedangkan kepedihan penyesalan itu berton-ton beratnya,

    Satu disiplin selalu mengarah ke disiplin lain,

    Penegasan tanpa disiplin adalah awal dari khayalan,

    Tidak perlu mengubah begitu banyak hal untuk mencapai efek yang menentukan...beberapa disiplin sederhana dapat membawa dampak besar pada kehidupan dalam 90 hari ke depan , apalagi 12 bulan kedepan atau 3 tahun kedepan,

    Setidaknya kurangnya disiplin mulai mengikis harga diri kita,

    Semua disiplin mempengaruhi satu sama lain,

    Setiap kegagalan mempengaruhi orang lain,

    Kekurangan disiplin pasti akan mengarah pada kegagalan.


    Terima Kasih Pak,...
    Salam Sukses,Hidup Luar Biasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe...guru saya banyak, termasuk Anda semua, tidak cuma Jim Rohn. Terima kasih, mas Nuzul. Maaf telat respons.

      Salam Sukses, Hidup Luar Biasa.

      Hapus