Rabu, 16 April 2014

Hidup Untuk Bekerja


Waktu saya masih muda, saya pernah berpikir bahwa saya bekerja untuk bertahan hidup. Artinya sama saja dengan bekerja untuk uang. Coba Anda tanyakan pada diri sendiri, “ Apakah Anda bekerja untuk hidup atau hidup untuk bekerja ?” Apa jawaban Anda ?

Kalau orang yang bekerja untuk hidup, maka dia akan dipaksa untuk terus bekerja supaya bisa terus hidup. Persis sama, dengan cara berpikir saya ketika muda. Padahal pekerjaanlah yang memberikan kehidupan kepada kita dalam arti sesungguhnya. Jadi, pilihlah hidup untuk bekerja.

Jika kita hidup untuk bekerja, maka pekerjaan menjadi sarana kita melakukan hal yang bermanfaat bagi sesama. Karena kita hidup untuk memberi manfaat bagi orang lain. Inilah yang disebut dengan bekerja.

Sebuah bank pernah menerima banyak keluhan nasabah karena kurang ramahnya para petugas garda depan. Manajemen segera mengirimkan para petugas ini ikut pelatihan “ service with smile “. Setelah mengikuti pelatihan, para petugas ini berusaha melayani pelanggan dengan senyuman tapi hanya bertahan dua minggu. Minggu berikutnya kondisinya kembali seperti semula, tanpa senyum.

Jadi dimana letak persoalannya ? Pelatihan hanya mengubah perilaku orang, namun tidak merubah bagaimana memandang pekerjaan. Para petugas itu memang bisa tersenyum tapi mereka masih melihat pelanggan sebagai beban bukan sebagai rejeki. Selama mereka belum dapat merubah cara pandang, maka perubahan perilaku hanyalah semu. 

Yang utama dalam bekerja bukanlah apakah Anda sukses, tetapi apakah Anda bahagia. Selama Anda masih menganggap bekerja adalah untuk mencari uang, Anda tidak akan bahagia. Jangan berangkat ke kantor untuk bekerja tapi datanglah untuk memberi nilai tambah dan memberikan manfaat.

Ada pepatah mengatakan, “ Bekerja keraslah, Anda akan bertahan hidup, bekerja cerdaslah, Anda akan sukses, bekerja ikhlaslah, Anda akan bahagia.” Ketika Anda merasa waktu kerja Anda berjalan sangat cepat ketimbang merasa waktu merayap terlalu lambat, berarti Anda berada di jalur yang benar. Pekerjaan kita adalah alasan kita berada di dunia ini.

Saya tidak mencari uang, tetapi saya mendapatkan uang. Karena uang adalah akibat dari yang saya lakukan bukan sebab. Berapa Anda dibayar hari ini pun menunjukkan besarnya manfaat yang Anda berikan. Penghasilan Anda sama dengan manfaat yang Anda berikan. Penghasilan adalah akibat, manfaat adalah sebab.

Kesalahan terbesar kebanyakan orang adalah karena senantiasa memikirkan akibat, bukan sebab. Jika Anda menginginkan akibat yang lebih besar atau lebih baik, perbaikilah sebabnya. Semakin besar manfaat yang bisa Anda berikan, semakin besar penghasilan yang Anda peroleh. 

Salah satu hal yang sering mengganggu kebahagiaan kita adalah pekerjaan. Apakah pekerjaan yang sekarang Anda lakukan adalah sesuatu yang diharuskan orang lain kepada Anda ? Kalau jawabannya iya, sudah pasti Anda tidak bahagia. Yang perlu berubah bukanlah pekerjaan Anda, tetapi Anda. 

Agar bisa melakukan apa yang Anda sukai, Anda harus lebih dulu menyukai apa yang Anda lakukan. Berhati-hatilah apabila uang adalah satu-satunya alasan Anda bertahan di tempat kerja Anda yang sekarang, karena Anda bukan sedang hidup untuk bekerja.

Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.


Comments
2 Comments

2 komentar:

  1. Terima kasih Motivasinya Pak.
    Cintailah pekerjaan kita, apapun itu pekerjaannya....Dengan kita mencintai pekerjaan kita ,maka kita akan nyaman dan pekerjaanpun bisa di jalankan dengan baik. Maka kita akan menemukan bahwa kita hidup untuk bekerja.

    Salam Sukses, Hidup Luar Biasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih juga, pak Samun. Jangan lupa bagikan dengan orang lain, ilmu yang Anda peroleh disini.

      Salam Sukses, Hidup Luar Biasa.

      Hapus