Rabu, 11 Juni 2014

Standar Penerimaan Anda


Saya kenal beberapa orang yang dulu sangat berambisi untuk dapat diterima bekerja di Pertamina. Setelah lulus sekolah menengah atas, mereka berangkat dari kampung halaman mereka ke Cilacap untuk ikut test penerimaan pegawai yang pada masa itu dibuka secara bergelombang selama dua tahun karena dibangunnya kilang baru waktu itu.

Sebagian besar dari mereka, mendapat informasi dari pegawai Pertamina yang merupakan kerabat mereka. Sebagian lagi karena informasi dari orang sekampung dengan mereka. Banyak juga yang berhasil lolos test dan menjadi pegawai tetap di perusahaan BUMN ini. Tapi banyak juga yang kurang beruntung.

Yang kurang beruntung ini, sebagian langsung pulang kampung, namun sebagian lagi ada yang ingin mencoba mengikuti test berikutnya. Mereka memilih bertahan di kota ini. Supaya tidak menganggur, selama masa penantian mereka bekerja seadanya, kata mereka sementara tapi pada kenyataannya sementahun yaitu sementara yang berkelanjutan sampai bertahun-tahun dan selamanya.

Orang-orang itu sekarang sudah tua, dan mereka tidak berhasil mewujudkan cita-cita yang mereka bawa dari kampungnya. Mereka tidak pernah bekerja di Pertamina sesuai keinginan mereka. Mereka memilih tinggal di Cilacap, hidup seadanya, menikah punya beberapa anak dan menekuni pekerjaan yang awalnya dianggap sementara. Kenapa ?

Ada orang bilang, “ Hal terpenting adalah bukan apa yang kita harapkan, tetapi apa yang bersedia kita terima dalam hidup “. Kita boleh mempunyai mimpi besar, seperti memimpikan memperoleh pendapatan dua ratus juta rupiah per bulan, memiliki mobil mewah, tinggal di rumah besar yang harganya milyaran dan lain-lain. Namun kita masing-masing juga memiliki standar penerimaan yang berbeda setiap orang.

Standar penerimaan inilah yang mengijinkan Anda memberikan kelonggaran pada diri Anda sendiri. Keinginan Anda adalah memiliki pendapatan dua ratus juta, tetapi Anda memilih bersedia menerima pendapatan beberapa juta per bulan. Kendati Anda ingin sekali tinggal di rumah besar, tetapi Anda bersedia menerima tinggal di rumah kecil.

Tanpa kita sadari, kita akan cenderung berada di sekitar standar penerimaan yang kita setujui. Kita akan selalu mendapatkan apa yang bersedia  kita terima. Kita memang tidak akan membiarkan diri kita memperoleh pendapatan di bawah tingkat minimum yang kita tetapkan. Tetapi itulah tingkat toleransi kita dan kita menjadikan itu sebagai suatu ‘keharusan’ bagi diri kita. Bukan keharusan memiliki pendapatan yang dua ratus juta.

Orang-orang  bisa mencapai berpendapatan dua ratus juta per bulan karena standar penerimaan mereka adalah senilai itu. Senilai itulah yang mereka yakini layak mereka terima, mereka tidak mau menerima kurang dari itu. Mereka akan melakukan apa pun yang dibutuhkan untuk bisa mencapai standar yang mereka yakini layak mereka capai.

Jadi, marilah kita menaikkan standar penerimaaan kita. Naikkanlah standar penerimaan omset penjualan Anda. Naikkanlah standar penerimaan target yang harus Anda raih dalam bekerja. Naikkanlah standar penerimaan kualitas hasil pekerjaan Anda. Tinggikanlah standar penerimaan tentang hidup Anda, dari hidup yang biasa harus menjadi hidup yang luar biasa.

Jika Anda tidak menaikkan standar penerimaan, maka Anda tidak akan pernah melakukan apa yang dibutuhkan untuk mencapai impian Anda. Salah satu cara kita dapat meraih mimpi dan menjalani kualitas hidup yang luar biasa adalah ketika kita berkomitmen dengan standar penerimaan yang lebih tinggi. 

Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.


Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar