Kamis, 19 Juni 2014

Temukan Pendorong Anda


Secara logika saya tahu bahwa seharusnya saya tidak merokok, karena merokok membahayakan diri saya dan orang-orang di sekitar saya, serta hanya membuang-buang uang. Secara emosi, saya terus melakukannya karena dengan merokok saya merasa nyaman, tenang dan terkendali. Bahkan ada teman perokok yang lebih ekstrim mengatakan macet otak kalau tidak merokok.

Kesimpulan tadi menyebutkan bahwa perilaku seseorang lebih berdasarkan emosi daripada logika. Apa yang seseorang lakukan lebih berdasarkan apa yang ingin ia lakukan daripada yang seharusnya ia lakukan. Anda tahu tindakan apa yang harus Anda tempuh untuk mencapai tujuan, tetapi secara emosional mungkin tertahan oleh berbagai perasaan enggan, kurang antusias bahkan takut.

Ada dua macam emosi  yang mendorong kita secara konstan yaitu emosi positif dan emosi negatif. Kita terdorong untuk melakukan karena ingin bergerak menuju emosi positif seperti kebahagiaan, keamanan, kekuatan, sukses dan kebebasan. Kita akan menjauh dari emosi negatif seperti depresi, ketakutan, kesakitan, kehilangan atau ketidakamanan.

Emosi-emosi ini, baik positif dan negatif memiliki nilai yang berbeda untuk setiap orang, tentang seberapa penting emosi-emosi itu bagi orang tersebut.Bagi sebagian orang, cinta dinilai lebih tinggi daripada kesuksesan. Sementara bagi yang lain, kesuksesan dianggap prioritas utama dibandingkan cinta.

Emosi-emosi positif ini dapat diurutkan berdasarkan prioritas emosi yang paling didambakan oleh masing-masing orang. Itulah nilai yang mereka tuju. Sedangkan emosi-emosi negatif juga dapat diurutkan berdasarkan emosi menyakitkan yang paling kita hindari. Itulah nilai yang kita jauhi.

Seorang wanita karier berkomentar bahwa dirinya sukses karena didorong kecintaannya kepada keluarga. Keluarganya selalu ada di dalam pikirannya, sehingga menggerakkan hari-harinya yang penuh semangat. Wanita ini termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi orang-orang yang dicintainya. Nilai yang ia tuju sejalan dengan tujuannya menjadi sukses demi keluarga.

Lain lagi dengan pria yang satu ini, ia mengatakan bahwa yang mendorongnya sukses bukan keluarga melainkan sensasi atau kepuasan menjadi yang terbaik di bidangnya. Pria ini amat menjunjung tinggi pencapaian dan penghargaan, inilah nilai yang ia tuju. Bersamaan itu, emosi paling menyakitkan baginya adalah menjadi nomor dua, nilai yang ia jauhi. Kedua nilai itu sejalan dengan tujuannya untuk selalu dalam kinerja prima mencapai sukses.

Madonna dan Bunda Theresa membuat pilihan yang berbeda dan menciptakan hasil yang berbeda, tapi mereka berdua sukses. Sukses menurut definisi mereka sendiri. Bagi Madonna, sukses mungkin berarti menyentuh jutaan orang dengan musiknya. Sedangkan bagi mendiang Bunda Theresa mungkin dengan memberi makan sepuluh juta anak yang kelaparan.

Jika Anda mendapati bahwa nilai-nilai hidup Anda tidak tersusun dengan baik dan tidak dapat menggerakkan Anda untuk meraih tujuan hidup Anda, inilah saatnya Anda mendesain ulang dan mengendalikan nilai-nilai Anda. 

Definisikanlah arti sukses bagi Anda, lalu gunakan emosi-emosi positif atau negatif yang paling mendorong Anda. Manfaatkanlah emosi positif yang paling Anda dambakan dan emosi paling menyakitkan yang Anda jauhi, mana yang paling memotivasi Anda memperoleh kesuksesan seperti yang Anda inginkan. Temukan pendorong Anda !

Salam SUKSES, HIDUP LUAR BIASA.


Comments
3 Comments

3 komentar:

  1. Guruh Kurniawan eRTe ne . ?@@@@19 Juni 2014 pukul 11.10

    Dalam hidup saya untuk jadi orang No 1 bukan tujuan saya tp demi keluarga saya akan lakukan yang terbaik dan jadi terbaik .

    Apakah prinsip saya salah ya Pak .... mohon pencerahan . matur thankw

    Salam hidup Luar Biasa ....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak salah, mas Guruh. Pendorong Anda berarti adalah untuk keluarga, orang-orang yang Anda cintai. Gunakanlah hal itu untuk menggapai sukses, untuk selalu memotivasi Anda ketika Anda kurang bersemangat. Buatlah mereka bangga dengan apa yang Anda lakukan.

      Salam Sukses, Hidup Luar Biasa.

      Hapus
    2. Guruh Kurniawan eRTe ne . ?@@@@19 Juni 2014 pukul 22.11

      luar biasa Pak Han .....
      n matur suwun pencerahannya

      mudah mudahan selalu jadi motivasi buat saya

      Salam Hidup Luar Biasa .....

      Hapus